Travel

6 Tempat Wisata Dekat Jakarta yang Cocok untuk Liburan Akhir Pekan

Liburan akhir pekan paling seru jika dihabiskan dengan berwisata bersama keluarga ataupun sahabat. Traveler yang bingung menghabiskan waktu liburan akhir pekan kemana, bisa menyimak rekomendasi wisata berikut. Waktu liburan akhir pekan yang singkat seringkali membuat bingung traveler yang ingin bepergian jauh.

Tidak perlu jauh jauh, traveler bisa menghabiskan waktu liburan akhir pekan dengan mengunjungi tempat wisata dekat Jakarta. Ya, ada banyak wisata dekat Jakarta yang bisa traveler jadikan tempat untuk menghabiskan liburan akhir pekan. Tempat wisata dekat Jakarta yang cocok untuk menghabiskan liburan akhir pekan pertama yakni Tanjung Lesung.

Tanjung Lesung terletak di sepanjang Pesisir barat pulau Jawa. Tempat wisata dekat Jakartaini dikenal sebagai destinasi selancar yang bagus dengan spot berenang yang tenang dan karang karang yang bisa traveler jelajahi. Bagi traveler yang tidak puas jika berkunjung satu hari bisa menginap di beberapa homestay dan resor di sekitar Tanjung Lesung.

Taman Nasional Ujung Kulon termasuk tempat wisata dekat Jakarta yang cocok untuk liburan akhir pekan. Sebagai salah satu dari delapan situs warisan dunia UNESCO di Indonesia, Taman Nasional Ujung Kulon merupakan rumah dari sejumlah spesies flora dan fauna yang terancam punah. Di sini setidaknya ada sekitar 70 badak langka ini di dalam area seluas 76.000 hektar.

Traveler juga bisa menemukan sejumlah jenis burung, banteng liar, berang berang, rusa, monyet, biawak, dan bahkan hewan predator seperti harimau kumbang, ular sanca, dan buaya di sekitar sungai. Traveler yang ingin menghabiskan waktu liburan akhir pekan bisa mengunjungi wisata Baduy Luar. Nama Suku Baduy berasal dari kata ‘bedouin’ yang diberikan oleh peneliti asal Belanda untuk menyamakannya dengan orang orang Arab yang tinggal secara nomaden atau di luar perkotaan.

Secara etnis, suku Baduy merupakan keturunan masyarakat Sunda. Suku Baduy menyebut diri mereka ‘Kanekes’, dan mempercayai animisme sebagai keyakinan mereka. Suku ini melindungi budaya dan tradisi yang begitu ketat, sampai sampai mereka menolak berbagai bentuk pengaruh modern dari dunia luar.

Akibatnya, tidak ada listrik, smartphone atau perangkat listrik lainnya. Meski suku Baduy cenderung menjaga jarak dari dunia luar, traveler bisa mengunjungi suku Baduy Luar, mengamati cara hidup mereka, dan bahkan tinggal di sana. Baduy Luar lebih moderat dan terbuka kepada pendatang ketimbang masyarakat Baduy Dalam.

Orang asing tidak diperkenankan memasuki desa Baduy Dalam, dan hanya pengunjung asli Indonesia saja yang diperbolehkan masuk. Dan yang pasti, dilarang keras mengambil foto di desa desa Baduy Dalam. Jika keliling pulau pulau kecil terlalu biasa buat traveler, safari air terjun mungkin akan menyegarkan kembali pikiran traveler.

Berkat posisi geografisnya yang berbukit bukit, Sukabumi merupakan rumah dari belasan air terjun. Satu di antara wisata Sukabumi yang bisa traveler kunjungi saat liburan akhir pekan yakni Curug Cibereum. Wisata dekat Jakarta ini memiliki tinggi air terjun sekitar 54 meter di kaki Gunung Gede.

Traveler hanya perlu berjalan selama satu jam dari Pondok Halimun (sebuah perkebunan teh). Gunung Padang adalah salah satu situs megalitik tertua dan terbesar di Asia Tenggara. Sejumlah pencinta pseudosains bahkan meyakini tempat ini dulunya adalah piramida yang bertengger di atas bukit, terkubur di bawah tanah, dan sudah berusia hingga 9.000 20.000 tahun lalu.

Traveler yang ingin menghabiskan waktu liburan akhir pekan di wisata dekat Jakarta ini perlu mendaki menaiki jalanan berbatu selama 20 menit untuk sampai puncaknya. Di Puncak, pengunjung akan disambut oleh sebuah pohon besar di tengah alun alun pertama sekaligus yang terbesar. Tempat wisata dekat Jakarta yang bisa traveler kunjungi untuk liburan akhir pekan berikutnya ada Gua Sunyarangi.

Gua Sunhyarangi dibangun lebih dari 300 tahun lalu dan menjadi satu wisata menarik di Cirebon. Wisata dekat Jakarta ini sebetulnya bukan gua sungguhan, meski orang mengatakannya demikian karena tempat ini memiliki banyak spot gelap yang menyerupai gua pada umumnya. Beberapa orang mengatakan tempat ini awalnya dibangun sebagai istana air bagi Sultan Cirebon, sedangkan kawasan sekitarnya dulunya merupakan sebuah danau yang akhirnya kering.

Sementara itu beberapa orang mengatakan tempat ini dulunya ditujukan sebagai tempat relaksasi dan meditasi bagi keluarga kerajaan karena kata ‘sunyaragi’ berarti ‘tubuh yang damai’ dalam bahasa Sansekerta. Saat berkeliling di kompleks yang menyerupai zaman Flintstone ini, traveler akan melihat bahwa ornamen yang menghiasi situs memukau ini didapatkan dari berbagai pengaruh yang bervariasi dari budaya setempat, Hindu, Islam, Tiongkok dan bahkan Eropa.

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close