Nasional

Anak-anak Cerdas & Berprestasi Istri Idham Azis yang Menawan Foto-foto Cantik Fitri Handari

<span >Sosok istri Idham Azis, Fitri Handari mencuri perhatian publik.</span> Fitri Handari yang cantik dan cerdas berhasil membesarkan anak anaknya menjadi pribadi yang luar biasa pula. Simak foto foto cantik Fitri Handari berikut ini!

Berikut foto foto cantik Fitri Handari, istri Idham Azis yang mendampingi sang suami, membesarkan anak anak yang cerdas dan berprestasi Seperti yang diketahui, Idham Aziz ditunjuk sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Tito Karnavian. IdhamAzis<span >pun resmi</span>dilantik menjadi<span ></span>Kapolri<span ></span>baru oleh Presiden Jokowi, pada Jumat 1November 2019.

KehidupanpribadiIdham Azis termasuk sosok istri dan anak anaknya turut menjadi sorotan. Idham Azis menjadi Kapolri menggantikan Tito Karnavian. Tito Karnavian telahditunjuk dan dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada 23 Oktober 2019 lalu.

Nama Idham Azis diajukan langsung oleh Jokowi sebagai calon tunggal Kapolri pengganti Tito Karnavian. IdhamAzis<span ></span>memiliki istri bernama<span ></span>FitriHandari. Dalam Rapat Paripurna Masa Persidangan I Tahun Sidang 2019 2020 di Gedung Nusantara II, Kamis (31/10/2019), DPR RI resmi mengesahkan<span ></span>IdhamAzis<span ></span>sebagai<span ></span>Kapolri<span ></span>baru.

Tak hanya itu,<span ></span>FitriHandari<span ></span>juga berbahagia karena sang anak, Irfan Urane Azis resmi dilantik menjadi Prajurit Taruna di Magelang. Pelantikan anaknya digelar dalam upacara wisuda Prajurit Taruna Akademi TNI Bhayangkara Dua Taruna Akademi Kepolisian di Stadion Sapta Marga Kampus Akademi Militer Magelang, Kamis (31/10/2019). Anak laki laki<span ></span>FitriHandari<span ></span>dan<span ></span>IdhamAzis<span ></span>itu bisa dibilang berotak encer.

Prestasinya tidak main main. Irfan meraih hasil yang memuaskan dalam kelulusannya. Ia berhasil masuk ke dalam 10 besar taruna yang berprestasi dengan nilai 826.5 untuk seluruh taruna dari empat matra.

Ia kerap mengikuti sejumlah olimpiade dan keluar sebagai juara. Antara lain, menyabet penghargaan Grand Champion dalam ajang International Mathematics Contest Singapura (IMCS), yang diselenggarakan di Singapura. Lalu, seperti 1st Place American Mathematics Competition (AMC8) tahun 2014, 3 Gold Medals Wizard at Mathematics International Competition (WIZMIC India) tahun 2014, Gold Asia International Mathematics Olympiad Open Contest tahun 2015, Medali Emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) Bidang Matematika Tingkat SMP 2015, 2 Gold Medals International Teenagers Mathematics Olympiad (ITMO Malaysia) 2015.

Medali Perunggu Olimpiade Sains Nasional (OSN) Bidang Matematika Tingkat SMA 2016, Juara I Lomba Matematika Tingkat Nasional UGM Yogyakarta 2016, Kompetisi Matematika Nalaria Realistik Tingkat Nasional Ke 12 Medali Emas (Best of the Best) 2017 serta Medali Perak Olimpiade Sains Nasional SMA Tingkat Nasional 2017. Prestasi yang ditorehkan Irfan Urane Azis tidak luput dari didikan<span ></span>FitriHandari. Sebagai<span ></span>istri<span ></span>seorang perwira polisi,<span ></span>FitriHandari<span ></span>kerap ditinggal suami karena bertugas.

Idham memang mobile atau fleksibel dalam urusan pekerjaan. Bila sang suami sibuk dengan pekerjaannya,<span ></span>FitriHandari<span ></span>mengambil dua peran di rumah, yakni sebagai ibu dan bapak. Mendengar ucapan<span ></span>FitriHandari,<span ></span>IdhamAzis<span ></span>memuji ketangkasan sang<span ></span>istri<span ></span>dalam mendidik anak.

Ia mengatakan<span ></span>FitriHandari<span ></span>adalah sosok yang dominan dalam tumbuh kembang anak anaknya. "Banyak orang bilang, anak kamu hebat hebat. Kata saya bukan saya yang hebat, mamanya yang hebat. Tapi saya juga hebat, karena bisa cari mama yang hebat," pungkas Idham disambut senyum dan tawa. Istri<span ></span>IdhamAzis<span ></span>itu merupakan lulusan sarjana kesehatan masyarakat (SKM) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia angkatan 1993.

Fitri mengatakan ia dan sang suami terpaut usia cukup jauh. Namun, hal tersebut tidak menjadi masalah baginya. Justru sifat dan perbedaan usia membuat<span ></span>IdhamAzis<span ></span>mengayomi dirinya.

Berdasarkan wikipedia,<span ></span>IdhamAzis<span ></span>berusia 56 tahun. Berikut foto foto Fitri Handari. Untuk mengetahui profilnya,<span ></span>IdhamAzis<span ></span>merupakan pria kelahiran Kendari, pada 30 Januari 1963. Ia lulusan Akpol angkatan 1988.

Di kepolisian,<span ></span>IdhamAzis<span ></span>memiliki sepak terjang yang tak perlu diragukan lagi. Sepak terjangnya di Polri kerap berhasil mengungkap sejumlah kasus besar yang menyedot perhatian publik. Sebut saja dalam membongkar kasus terorisme seperti Bom Bali yang sempat bikin geger.

Sama seperti Tito Karnavian,<span ></span>IdhamAzis<span ></span>memiliki keahlian khusus di bidang terorisme. Anda bisa jadi masih ingat di balik pengungkapan kasus terorisme ini, mantan<span ></span>Kapolri<span ></span>Tito Karnavian juga terlibat di dalamnya. Bersama Tito Karnavian,<span ></span>IdhamAzis<span ></span>berhasil melumpuhkan gembong teroris dalang dari peristiwa Bom Bali.

Sebut saja, Dr Azahari Husin yang berhasil ditekuk di kawasan Batu, Jawa Timur, pada 2005. Tak hanya itu, keduanya pun sempat bersama sama juga menggarap kasus yang sama yakni, kasus mutilasi 3 siswi di Poso. Selain itu, seperti yang diungah akun Instagram TMC Polrestabes Bandung, jejak lain yang ditorehkan calon tunggal<span ></span>Kapolri<span ></span>ini, yakni operasi antiteror Bareskrim Poso.

Kemudian, Jenderal<span ></span>IdhamAzis<span ></span>pun terlibat pula dalam operasi Camar Maleo. Operasi Camar Maleo ini merupakan operasi gabungan antara Polri dan TNI untuk menangkap kelompok Santoso, di Sulawesi Tengah. Setelah itu, operasi gabungan ini semakin besar menjadi Operasi Tinombala.

Idham Azis pun disebut turut terlibat di dalamnya. Selain itu, disebutkan pula jenderal yang satu ini turut berhasil membongkar kasus besar lain. Kasus tersebut yakni pengungkapan sindikat internasional penipuan mencapai lebih dari Rp 100 miliar.

Sindikat ini melancarkan aksi kriminalnya secara online. Berhasil mengungkap sejumlah kasus besar, Jenderal yang satu ini juga kerap menempati posisi strategis. Sebelum menjadi Kabareskrim Polri, pernah menjadi Wakil Kepala Densus 88 Antiteror Polri.

Setelah itu, ia pun sempat duduk menjadi Kapolda Sulawesi Tengah hingga Kapolda Metro Jaya.

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close