Sains

Angsa Ternyata Punya ‘Gigi’ Tambahan di Bagian Lidah, Ini Fungsinya

Angsa leher pendek, atau goose dalam bahasa Inggris, umumnya bukanlah hewan yang berbahaya dan tidak ditakuti. Angsa leher pedek termasuk dalam keluarga bebek ( duck ) dan angsa leher panjang ( swan ). Di Indonesia, angsa leher panjang dan leher pendek sama sama disebut angsa.

Namun keduanya memiliki perbedaan. Salah satu perbedaannya yaitu terdapat "gigi tambahan" pada angsa leher pendek. Gigi tambahan itu berada di sisi samping lidah.

Begini penampakannya saat diperbesar. Angsa (leher pendek) memiliki lidah yang bergerigi. Mereka seperti memiliki gigi di bagian lidah mereka di samping gigi yang ada di rahang.

Seperti yang dilansir oleh BuzzFeed, gigi itu sebenarnya bukan gigi. "Gigi" itu disebut papillae. Papillae memiliki struktur seperti duri pada bagian lidah yang digunakan untuk menyimpan makanan di mulut dan memindahkannya ke kerongkongan.

Papillae juga membantu angsa menyaring air dan lumpur ketika mereka mengambil makanan mereka di sungai. Beberapa orang beranggapan bahwa "gigi" tambahan pada angsa ini sangat aneh dan menyeramkan. Mungkin angsa akan cocok dimasukkan di film horror sebagai hewan yang menyerang manusia.

Bagaimana menurut Anda? Dilansir , meski bebek dan angsa mirip, mereka memiliki beberapa perbedaan, di antaranya: Dalam bahasa Inggris, bebek disebut duck , angsa berleher panjang disebut swan , dan angsa berleher pendek disebut goose .

Tubuh angsa lebih besar daripada bebek, baik itu angsa berleher panjang maupun angsa berleher pendek. Bebek memiliki panjang sekitar 30 sampai 50 sentimeter dengan berat 1,5 kilogram. Angsa berleher panjang memiliki panjang tubuh mencapai 150 sentimeter dengan berat hingga 12 kilogram, sedangkan angsa berleher pendek panjangnya sekitar 70 sampai 110 sentimeter dengan berat hingga 6,5 kilogram.

Bebek memiliki leher yang panjang, tapi tidak sepanjang angsa berleher pendek dan angsa berleher panjang. Angsa berleher panjang memiliki leher yang paling panjang dibandingkan yang lain. Panjang leher angsa berleher pendek tergantung dari spesiesnya.

Ada spesies yang panjang lehernya seperti bebek, ada yang lebih panjang daripada bebek, ada juga yang panjangnya hampir sepanjang leher angsa berleher panjang. Bebek, angsa berleher panjang, dan angsa berleher pendek sama sama memiliki sayap dan bisa terbang. Sayap bebek pendek, kuat, dan membutuhkan gerakan yang cepat untuk terbang.

Sayap angsa berleher pendek juga pendek dan kuat, mereka dibantu oleh otot sayap yang kuat saat terbang. Sayap angsa berleher panjang lebih panjang dan kuat, jika dikembangkan bisa mencapai 3 meter. Bebek, angsa berleher panjang, dan angsa berleher pendek memiliki warna bulu yang berbeda beda, tergantung dari jenisnya.

Ada bebek yang berwarna hijau di bagian kepalanya dan abu abu di bagian sayap dan perutnya, ada juga yang bulunya berwarna cokelat. Selain itu, ada juga yang berwarna hitam di kepala dan sayapnya, tapi bulu tubuhnya berwarna putih. Angsa berleher pendek ada yang berwarna abu abu, hitam, dan putih.

Angsa berleher panjang terkenal dengan warna putih yang indah, tapi ada juga yang berwarna hitam, dan ada juga yang berwarna hitam putih.

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close