Superskor

Bahas Protokol Kembalinya Liga 1 & Liga 2 PT LIB Temui PSSI

PT LIB menyampaikan kesiapannya menggelar Liga 1 dan Liga 2 kepada PSSI hari ini, Rabu (10/6/2020) Dalam penyampaiannya tersebut, diantaranya ada protokol kesehatan dan rancangan pertandingan Liga 1 dan Liga 2 jika kembali bergulir. Mengenai waktu dan tanggal kembalinya Liga 1 akan disepakati dalam rapat Exco PSSI, APPI dan PT LIB nantinya.

Dikutip dari laman PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB) diundang untuk memberikan paparan terkait kelanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020. Paparan dilakukan oleh Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno kepada Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan yang didampingi Wakil Ketua Umum Iwan Budianto, anggota Komite Eksekutif Endri Erawan, Juni Rahman, Yoyok Sukawi, Ahmad Riyadh, Vivin Sungkono, Plt Sekjen Yunus Nusi, Wasekjen Maaike Ira Puspita, Staf Khusus Leo Siegers, dan Direktur Teknik Indra Sjafri di kantor PSSI, Senayan, Jakarta. Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi mengatakan bahwa PT LIB memberikan berbagai update, rencana dan skema jadwal untuk kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020.

“PT LIB menyatakan kesiapan untuk kembali melanjutkan kompetisi, poin poin tentang jadwal kompetisi, protokol kesehatan juga telah dibuat dan dipaparkan kepada kami,“ kata Yunus Nusi. Sementara itu, Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno mengatakan bahwa PT LIB telah melakukan kajian teknis terkait opsi kelanjutan kompetisi, seusai dengan perkembangan terkini di tanah air. Ia juga melakukan korespondensi dengan klub untuk meminta masukan, saran dan review atas kompetisi Liga 1 yang telah berjalan bulan Februari hingga Maret lalu.

“Berbagai langkah untuk persiapan menuju lanjutan kompetisi Liga 1 dan 2 telah kami buat dan paparkan kepada Ketua Umum PSSI. Seperti akan adanya penyesuaian perubahan regulasi, serta beberapa home base klub jika sentralisasi di pulau Jawa, serta akan menggelar manager meeting dan workshop untuk klub jelang dimulainya kompetisi. Tentu kami akan melaksanakan kompetisi dengan protokol kesehatan dengan ketat,” kata Sudjarno.

“Kami juga memaparkan timeline kompetisi seperti kapan dimulainya dan kapan pekan terakhirnya dengan ada jeda pertandingan Timnas Indonesia di event internasional. Tak hanya Liga 1, kami juga buatkan skema untuk kompetisi Liga 2 dari babak penyisihan hingga final,” jelas Sudjarno. Keputusan kapan dimulainya kelanjutan Liga 1 dan 2 2020 akan diputuskan dalam rapat Komite Eksekutif PSSI.

Sebelumnya PSSI juga telah melakukan meeting dan diskusi secara virtual dengan seluruh tim Liga 1, Liga 2, Asosiasi Pelatih Sepak bola Seluruh Indonesia (APSSI), dan Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). Dari hasil rapat virtual yang terselenggara tersebut, keluar tiga opsi kelanjutan kompetisi. Pilihan pertama, kompetisi 2020 dilanjutkan.

Kedua, liga dihentikan lalu ada turnamen pengganti, dan yang terakhir adalah liga musim ini distop dan bakal dilanjutkan liga musim 2020 2021. "Ketiganya menjadi opsi yang membutuhkan tanggapan dari klub," kata Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, dikutip dari . "Kami mengadakan rapat untuk memberikan penjelasan dan sosialisasi tentang lanjutan kompetisi," imbuhnya.

Pascamenggelar pertemuan dengan klub Liga 1, PSSI dan PT LIB diagendakan bakal melanjutkan pertemuan dengan Liga 2. Pada kesempatan yang berbeda, CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin menjadi salah satu narasumber dalam Bincang Bola Virtual "Suporter Bertanya, Liga Indonesia New Normal, pada Selasa (2/6/2020) siang setelah mengikuti rapat virtual dengan pemangku kepentingan liga. Pria yang akrab disapa Appi ini membeberkan selain pembahasan soal kelanjutan liga, pertemuan tersebut juga membahas soal Piala Dunia U 20 pada tahun 2021 mendatang.

Karena kesempatan yang tidak bisa didapatkan oleh setiap negara ini, topik Piala Dunia U20 2021 menjadi rujukan utama, dengan mencarikan jalan terbaik untuk kompetisi musim ini. Hal yang disampaikan Appi dengan Yunus Nusi tak jauh berbeda, dengan menyebutkan beberapa poin opsi dan kapan rencananya jika benar kompetisi musim ini dilanjutkan. "Bila liga dilanjutkan, rencananya akan diselenggarakan September atau Oktober mendatang."

"Opsi kedua diganti dengan turnamen, atau berhenti sama sekali," paparnya. Oleh sebab itu, menurut Appi, bila bertekad untuk meneruskan kompetisi musim ini harus memperlihatkan seluruh elemen yang terlibat termasuk menjalankan protokol yang berlaku. Dan bahkan muncul opini untuk melangsungkan pertandingan dalam satu wilayah, misalkan tersentral di Jawa.

"Bagaimana kita proses latihan, berpindah dari satu kota ke kota lainnya, dan berada di lapangan." "Yang paling penting venue pertandingan, usulan laga berpusat di Pulau Jawa. Walaupun baru sebatas saran." "Kenapa di pulau jawa, dari masalah transportasi dan infrastruktur stadion," terangnya.

Rencananya, pemangku kebijakan Liga Indonesia hari ini akan berlanjut ke malam hari dengan Exco PSSI guna mendapatkan hasil konkrit bagaimana kelanjutan liga musim ini.

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close