Kesehatan

Begini Penjelasan Ahli Gizi Banyak Mengandung Rempah  Benarkah Nasi Padang Bisa Cegah Virus Corona

Masih hangat diperbincangkan nasi Padang bisa menangkal virus corona. Benarkah? Nasi padang dianggap mampu menangkal virus mematikan ini karena bumbu masakan Padang mengandung banyak rempah. Ahli Gizi dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, Rifza, mengatakan Nasi Padang memang terkenal enak bahkan sampai ke mancanegara.

Menurutnya, nasi Padang pun terkenal karena masakannya banyak menggunakan bumbu bumbu rempah. Seperti jahe, kunyit, laos, sereh, bawang putih, bawang merah dan cabai. "Rata rata masakan Padang menggunakan bumbu tersebut yang sangat kaya dengan antioksidan, termasuk penyakit yang disebabkan oleh virus," ungkap Rifza, Sabtu (7/3/2020).

Rifza menjelaskan, antioksidan merupakan zat yang dapat melindungi sel sel tubuh dari efek radikal bebas. "Antioksidan seperti SOD, Flavonoid, karotenoid, Vitamin A dan Vitamin C berfungsi untuk menangkal radikal bebas dan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terinfeksi," jelas Rifza. Rifza mengatakan, orang yang daya tahan dan kekebalan tubuhnya rendah, akan mudah terserang penyakit.

Isu yang berkembang soal nasi Padang bisa menangkal virus corona, Rifza mengatakan itu tidak benar. "Kalau bisa menangkal virus corona mungkin tidak benar juga ya," kata Rifza. Menurut dia, banyak faktor yang menyebabkan seseorang terkena virus.

Antara lain daya tahan tubuh yang rendah, pernah kontak dengan penderita, dan budaya hidup yang tidak sehat baik dari makanan maupun kebiasaan sehari hari. "Kita sebagai orang Padang tentunya dalam mengolah makanan sudah menggunakan rempah rempah tadi yang kaya dengan antioksidan," sebut Rifza. Dia berharap, dengan menerapkan pola hidup sehat dan mengkonsumsi makanan sesuai dengan gizi yang seimbang dan beraneka ragam, daya tahan tubuh akan meningkat sehingga virus pun tidak akan mudah menyerang.

Menurut dia, makanan yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan agar tubuh tidak mudah terserang penyakit yakni gizi seimbang. "Isi piring makannya dengan porsi makanan pokok sepertiga bagian, sayur sepertiga bagian, buah buahan seperenam bagian, dan lauk pauk seperenam bagian," tutur Rizfa. Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto mengatakan, mencegah virus corona sama dengan mencegah virus influenza biasa.

"Sebenarnya masyarakat itu kan sudah pintar. Influenza itu kan ada sejak zaman dahulu kala dan semua sudah tahu bagaimana harus bersikap, bagaimana tidak boleh bersikap supaya enggak ketularan," kata Yuri kepada Kompas.com, Rabu (4/3/2020). "Ini hanya virusnya namanya Covid. Ini kan influenza yang virusnya lain, begitu saja. Sudah pintar kok," ucap dia. Yuri mengatakan, pencegahan virus corona ini bisa dengan cara menjaga daya tahan tubuh, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Karena itu, ia meminta masyarakat untuk tidak panik agar dapat berpikir jernih untuk mencegah virus corona. "Pintarnya (mencegah virus corona) menjadi hilang karena dibumbui sama panik, begitu loh," ucap Yuri. Empon empon atau rempah ternyata bisa menjadi penangkal ampuh virus corona atau COVID 19. Hal tersebut diungkapkan oleh Prof Dr Chairul Anwar Nidom.

Dalam penelitian yang dilakukannya, kandungan dalam empon empon tersebut dapat meningkatkan kekebalan tubuh. "Corona ini kan virus ya bukan bakteri. Jadi berkaitan sekali dengan daya tahan atau kekebalan tubuh. Semakin baik kekebalan tubuh, semakin baik pula reaksi dalam menangkal virus," ujarnya dilansir SURYAMALANG.COM, Senin (2/3/3030) malam. Laki laki yang juga Guru Besar Biologi Molekular Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tersebut menuturkan, dalam penelitiannya ia menemukan kandungan dalam empon empon bisa menangkal virus corona.

Menurutnya, empon empon yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia seperti jahe, kunyit, temulawak, serai, kayu manis dan lainnya memiliki kandungan curcumin. "Curcumin yang menjadi penangkal terhadap virus. Ketika seseorang mengonsumsi empon empon, curcumin dari dalam empon empon akan keluar dan masuk dalam tubuh. Kemudian di situ curcumin bekerja mengendalika sitokin," ujarnya. Cara kerja empon empon, lanjut Prof Dr Nidom, kandungan bahan aktif curcumin yang masuk dalam tubuh akan bereaksi menangkal virus.

Curcumin, katanya, akan mengendalikan produksi sitokin dalam sel yang muncul akibat ingeksi virus. "Sebelumnya saya pernah meneliti soal kasus flu burung. Pada penelitian itu terlihat bahwa infeksi virus yang masuk menyebabkan produksi sitokin meningkat sehingga menyebabkan pengerusakan sel secara terus menerus atau sering disebut badai sitokin," ia memaparkan. Dengan konsumsi empon empon yang menghasilkan curcumin, produksi sitokin yang bisa menyebabkan pengerusakan sel secara terus menerus akan terhenti.

"Jadi meskipun ada virusnya dalam tubuh, yang terinfeksi tidak akan apa apa. Karena produksi sitokin itu tadi terhalang curcumin. Sebenarnya kan yang menyebabkan kerusakan bukan virusnya, tapi munculnya sitokin," jelas Prof Dr Nidom. Ditanyai soal seberapa besar kadar empon empon yang harus dikonsumsi untuk menangkal virus, Prof Dr Nidom belum memberikan penjelasan secara pasti. "Kalau kadar empon empon ini kan sesuai selera saja. Jangan dipaksakan makan terlalu banyak juga kalau tidak suka. Tapi empon empon untuk vaksin yang sudah terjangkit kami masih dalam tahap penelitian," ujarnya.

Ia berharap, dengan dikonsumsinya empon empon tersebut bisa menurunkan tingkat kematian akibat virus corona di dunia dan Indonesia khususnya. Peneliti asal Surabaya berhasil menemukan penangkal virus corona dari bahan bahan alami yang sering dikonsumsi masyarakat. Penangkal tersebut berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga dampak infeksi virus bisa berkurang.

Bahan alami yang bisa menjadi penangkal corona yakni empon empon atau rempah. Bahan bahan ini kerap kali menjadi bumbu dapur keluarga di Indonesia. Prof Dr Chairul Anwar Nidom, peneliti yang berhasil merumuskan penangkal virus tersebut mengatakan, dalam proses penemuannya tidak memerlukan waktu cukup lama. Sebelumnya, pada tahun 2006 2007 ia mengatakan pernah meneliti kasus infeksi virus flu burung yang memiliki dampak hampir sama seperti virus corona.

"Di tahun 2006 2007 lalu saya pernah meneliti soal infeksi virus flu burung. Cata kerja virus ini adalah meningkatkan produksi sitokin dalam tubuh. Sitokin itu yang menyebabkan kehancuran sel sel," kata Prof Dr Nidom, Senin (2/3/2020). Menurutnya, infeksi virus corona bekerja hampir sama dengan virus flu burung, namun corona memproduksi sitokin yang lebih rendah dari flu burung. Pada penelitian sebelumnya, Nidom menemukan bahwa zat aktif curcumin bisa menangkal infeksi virus tersebut.

Curcumin sendiri bisa ditemukan dalam empon empon seperti jahe, kunyit, temulawak, serai, kayu manis dll. "Kandungan curcumin di empon empon ini ternyata sangat bagus. Tapi waktu itu saya tidak lanjutkan penelitian soal empon empon karena harus membuat vaksin flu burungnya," ia memaparkan. Ia menuturkan, ketika dunia dihebohkan dengan infeksi virus corona, Prof Dr Nidom menemukan kemiripan dengan virus yang ia teliti sebelumnya dan berhasil merumuskan empon empon sebagai penangkal virus yang ampuh.

Menurutnya, kandungan curcumin tertinggi dalam empon empon terdapat pada jahe dan kunyit. "Curcumin yang masuk dalam tubuh akan bereaksi menghentikan produksi sitokin akibat infeksi virus. Sitokin yang bisa menyebabkan kerusakan sel secara terus menerus tidak akan diproduksi dengan adanya curcumin. Jadi meski virusnya ada sel tidak rusak," ujarnya. Saat ini, Prof Dr Nidom sedang dalam tahap penelitian untuk menguji empon empon sebagai pengobatan.

Ia menjelaskan tengah melakukan tiga uji coba penelitian menggunakan hewan. Hewan pertama diberi curcumin kemudian diinfeksi virus, hewan kedua diberi curcumin dan infeksi virus secara bersamaan dan ketiga diinfeksi virus dulu baru diberi curcumin. "Harapannya yang ketiga itu nanti bisa jadi obat atau vaksin untuk kasus corona yang sedang marak saat ini," pungkasnya.(*

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close