Seleb

Ditemukan Tukak Lambung yang Luas Sempat Jadi Misteri Polisi Ungkap Hasil Lengkap Autopsi Lina

Kematian Lina sempat jadi misteri, polisi akhirnya ungkap hasil lengkap autopsi mantan istri Sule: ditemukan tukak lambung yang luas. Beberapa hari terakhir, masyarakat Indonesia dibuat penasaran dengan penyebab kematian Lina Jubaedah. Semua bermula dari Rizky Febian yang melaporkan kematian sang ibunda ke polisi pada hari Senin, 6 Januari 2020 silam.

Kala itu, Rizky mengatakan bahwa dia melihat lebam pada jenazah ibunya. Kendati demikian, Rizky menegaskan bahwa ia tidak bermaksud untuk menuduh siapa pun atas laporan soal kematian ibunya, Lina Jubaedah, ke polisi. "Saya menekankan bahwa untuk laporan ini saya tidak ada tujuan untuk menuduh atau mencurigai siapa pun," ucap Rizky saat ditemui di kediaman ayahnya, Sule di Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (8/1/2020).

Ia menjelaskan, laporan itu dibuatnya lantaran ia dan keluarga belum tahu penyebab pasti ibunya meninggal dunia. Rizky berharap dengan turut andilnya polisi menyelidiki, ia bisa mencari tahu hal tersebut. "Pihak keluarga tuh hanya ingin mengetahui penyakit apa. Karena bisa dibilang waktu itu kronologinya tidak jelas. Hanya ingin mengecek kejelasan dari penyakit mama dan riwayat kematian mama, itu aja," katanya.

Terlebih, menurut Rizky dan ayahnya komedian Sule, pihak keluarganya belum menerima surat kematian Lina. Kini, semua rasa penasaran masyarakat terjawab setelah pihak berwajib mengumumkan hasil lengkap autopsi jenazah Lina. Lina Jubaedah diketahui meninggal karena penyakit yang dideritanya.

Hal tersebut terungkap dari hasil autopsi dan Laboratorium Forensik (Labfor). Lalu bagaimana penjelasan dari hasil autopsi tersebut. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Kombes Pol Saptono Erlangga menjelaskan autopsi dilakukan dokter forensik dari Rumah Sakit Sartika Asih dan Hasan SadikinBandungpada tanggal 9 Januari 2020 di pemakaman umum Sekelimus.

Dari hasil visum didapat keterangan bahwa kondisi jenazah dalam keadaan sudah membusuk dan tidak ditemukan tanda tanda kekerasan. "Pada pemeriksaan organ dalam, ditemukan adanya gambaran penyakit darah tinggi yang kronis, hipertensi, batu pada saluran empedu, dan tukak lambung yang luas," kata Erlangga saat konferensi pers di Mapolrestabes Bandung, Jumat (31/1/2020). Berdasarkan hasil pemeriksaan patologi, kata Erlangga, ditemukan adanya tukak lambung dan pada ginjal ditemukan adanya gambaran penyakit hipertensi kronis.

"Kemudian perbendungan pembuluh darah paru tidak ditemukan adanya penyakit hati yang kronis. Kemudian pembesaran sebagian otot jantung tidak ditemukan adanya tanda serangan jantung," jelas Erlangga. Dokter forensik pun tak menemukan penyumbatan pembuluh darah jantung dan gambaran serangan jantung yang akut. Sementara pada pemeriksaan toksikologi yang dilakukan oleh labfor, dokter tak menemukan adanya zat beracun dari sampel dari korban.

"Sebagai simpulan, setelah dilakukan pemeriksaan autopsi dan labfor dapat dijelaskan bahwa kematian Saudari Lina Jubaedah bukan karena adanya kekerasan maupun racun di dalam tubuh Saudari Lina Jubaedah akan tetapi akibat penyakit," kata Erlangga. "Yaitu, adanya gambaran penyakit hipertensi yang kronis kemudian adanya tukak atau luka pada selaput lendir lambung. Adanya batu empedu pada saluran empedu, kemudian adanya pembesaran atau hipertropi pada organ jantung," tambah Erlangga. Seperti diketahui, Lina Jubaedah meninggal pada Sabtu (4/1/2020).

Pada saat pemakaman Lina, Sule beserta Rizky Febian dan Putri Delina mengantarkan jenazah sampai tempat pemakamannya di Tempat Pemakaman Keluarga di Jalan Sekelimus Beberapa waktu lalu, diketahui Rizky melaporkan adanya kejanggalan pada kematian sang ibundaya tersebut. Laporan itu perihal tuduhan pembunuhan berencana, hanya saja pada laporan itu tak menyebutkan siapa terlapornya. Kondisi Lina disebut sebut terdapat luka lebam warna ungu dari mulut ke leher. Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi melakukan olah TKP di kediaman Tedy, suami Lina. Sejumlah barang pun diambil dari rumah tersebut.

Kamis, 9 Januari 2020, tim dokter forensik melakukan autopsi jenazah Lina di tempat pemakaman keluarga di Sekelimus Utara 1, Kelurahan Batununggal, Bandung Kidul, Kota Bandung. Proses autopsi dilakukan setelah mendapatkan ijin dari pihak keluarga. Proses itu pun dimulai sejak pukul 10.00 WIB dan selesai pada pukul 13.00 WIb. Sebelum mengautopsi, petugas membongkar pemakaman Lina. Setelah proses autopsi, jenazah lina kemudian dibawa dengan menggunakan ambulance untuk kembali dimakamkan di Ujung Berung, yang merupakan pemakaman keluarga Lina.

Sementara itu, setelah melakukan pemeriksaan luar dan dalam, tim dokter forensik mengambil sejumlah sample dari jenazah Lina untuk dibawa ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor). Nantinya, sample akan dianalisa secara toksikologi, mencari penyebab kematian Lina. Setelah 22 hari pemeriksaan laboratorium, akhirnya polisi mengumumkan hasil autopsi. Lina Jubaedah dinyatakan meninggal dengan wajar.

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close