Metropolitan

Fakta Wafatnya Pendiri Kubah Masjid Emas, Pesan Terakhir hingga Penyakit yang Diderita Semasa Hidup

Kabar duka datang dari pendiri Masjid Kubah Emas Depok, Hj Dian Djuriah Rais atau lebih akrab disapa Dian Al Mahri. Almarhummah meninggal dalam usia 73 tahun di Rumah Sakit Pondok Indah, Jumat (29/3/2019) sekitar pukul 02.15 WIB. Sejumlah tetangga, kerabat, keluarga besar dan teman teman Dian tampak menghadiri pemakaman tersebut.

Sekitar pukul 12.50 WIB, jenzah Dian Al Mahri dimakamkan di bagian barat atau bagian depan Masjid Kubah Emas Depok. Suasana haru langsung menyelimuti prosesi pemakaman saat jenazah dikebumikan. Isak tangis dan air mata terus mentes dari anggota keluarga dan para pelayat.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Dian sempat menitipkan pesan terakhirnya. Hal tersebut diungkapkan oleh anak kedelapan Dian, Ratu Ayu Novianty usai pemakaman. "Ibu berpesan untuk dibuatkan Majelis Taklim dua lantai, yang ada di daerah Tangerang," ujar Ratu.

Tak hanya berpesan untuk membuat Majelis Taklim di Tangerang, Dian juga menitipkan pesan kepada anak cucunya. Ratu menambahkan, jika ibunya ingin seluruh anak dan cucunya bisa menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekah. "Ibu berpesan juga anak cucu dan mantu itu harus semua berangkat ke tanah suci, insyaallah itu amanah yang selalu beliau katakan," tandas Ratu.

Adli Sujatmiko (28) cucu pertama almarhumah menuturkan, neneknya telah menjalani perawatan selama kurang lebih satu minggu karena mengidap penyakit paru paru. "Sudah kurang lebih seminggu, sakit paru paru beliau dan memang ada cancernya juga," pungkas Adli. Menurut Adli, neneknya merupakan sosok wanita yang sangat baik untuk keluarga atau masyarakat.

"Sosok beliau tak tergantikan, sulit diutarakan menggunakan kata kata. Sangat pengasih ke keluarganya baik anak cucunya, serta masyarakat," ucap Adli. Semasa hidupnya, Dian tinggal di Jalan Masjid Al Ikhlas, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan. Salah seorang warga setempat, Yuli (20), mengatakan jika semasa hidupnya almarhumah kerap memberangkatkan warga sekitar untuk menjalankan ibadah umrah dan haji.

"Hampir semua warga sini sudah pernah," Meski jarang bertatap muka secara langsung, Yuli menilai jika sosok Dian sangat ramah dan dermawan. Ia kerap menyapa warga sekitar ketika menggelar pengajian di Masjid Al Ikhlas yang terletak di belakang rumahnya.

"Ini masjid dia yang bangun juga. Jemaahnya banyak ada dari Cilincing, Tangerang, dan Jagakarsa. Dari Bandung juga ada, tapi kayaknya itu saudara dekatnya," ujar Yuli. "Kalau dia pas ada rezeki, dia bagi bagi juga sama jemaahnya waktu pengajian," ungkap dia. Selain memberangkatkan warga untuk haji dan umrah, Dian juga sering menyantuni anak yatim.

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close