Pendidikan

Ibunda Terpukul Pernah Tak Naik Kelas & Dibilang Tak Punya Masa Depan Kisah Pilu Ciputra Kecil

Ciputra, pebisnis properti sukses tutup usiadengan meninggalkan setumpuk kisah inspiratif. Ciputra kecil pernah tak naik kelas hingga dibilang tak punya masa depan. MeninggalnyaCiputra, taipan properti Tanah Air meninggalkan banyak hal, termasuk deretan kisah inspiratifnya menuju kesuksesan. Di masa kecilnya, Ciputra menjalani kehidupan yang terbilang cukup keras.

Bahkan ia dinilai tidak bisa bersaing dengan anak seusianya hingga dibilang tidak punya masa depan. Hal tersebut tertuang dalam buku biografi Ciputra yang berjudul The Passion of My Life. Dalam buku tersebut, diceritakan bahwa Ciputra benci dengan pelajaran Bahasa Belanda.

Ia lebih suka dan mahir dalam pelajaran berhitung. Pendiri Ciputra Group itu mengaku malasmenghafal Bahasa Belanda karena toh bahasa tersebut tidak dipakai di rumah. Hal tersebut membuat Ciputra mendapatkan nilai yang buruk untuk mata pelajaran Bahasa Belanda.

Akibatnya Ciputra tidak naik kelas 2 SD ke kelas 3 SD. Mengetahui hal tersebut, pihak keluarga dan kerabat banyak yang menghina Ciputra. Bahkan ada kerabat yang menyebut Ciputra merupakan anak bodoh yang tidak memiliki masa depan.

Ciputra semakin sedih ketika mengetahui sang ayah juga turut merendahkannya. Hanya ibunya yang membela dan menghiburnya dengan mengatakan, "Hanya karena nilai bahasanya buruk bukan berarti dia anak bodoh." Keyakinan ibu Ciputra tersebut akhirnya terbukti.

Setelah lulus SMA,Ciputra melanjutkan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung (ITB). Hal tersebut merupakan bentuk kekuatan tekadCiputra yang ingin mengubah nasibnya menjadi lebih baik. Bersama Budi Brasali dan Ismail Sofyan, pada semester empatCiputramencoba mendirikan konsultan arsitektur bangunan yang berkantor di sebuah garasi.

Ia kemudian lulus kuliah pada 1960. Ciputra mengawali kariernya diJaya Group, perusahaan daerah milik Pemda DKI. Di sanaCiputrabekerja hingga menjabat sebagai jajaran direksi.

Bersama dengan perusahaan tersebut,Ciputramemiliki banyak kesempatan berkreasi di bidang properti. Salah satu garapannya yaitu pembangunan taman wisata Ancol Jakarta. Bersama rekan rekan barunya yang bernama Sudwikatmono, Sudono Salim, Ibrahim Risjad, dan juga Budi Brasali, Ciputra mendirikan Metropolitan Group dan masih banyak lagi.

Dan seiring waktu, akhirnya Ciputra pun berhasil membangun grup untuk perusahaan keluarganya sendiri yaitu Ciputra Group. CiputraGroup hingga kini telah berhasil mengembangkan proyek perumahan di 18 kota di Indonesia. Tak hanya itu, jaringan propertiCiputrajuga menjalar hingga ke luar negeri.

Ciputrajuga masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Majalah itu mencatat total kekayaannyaCiputramencapai US$1,1 miliar pada 2019. Ciputra meninggal dunia di Rumah Sakit Gleneagles, Singapura pada Rabu (27/11) pukul 01.05 waktu Singapura.

Ciputra berpulang dalam usia 88 tahun akibat penyakit yang dideritanya.

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close