Travel

Instalasi Gabion di Bundaran HI Dikritik Karena Pakai Material Terumbu Karang

Pemerhati isu lingkungan sekaligus penyelamRiyanni Djangkaru baru baru ini mengunggah foto instalasi gabion di Bundaran HI melalui akun Instagramnya,@r_djangkaru. Perempuan yang pernah menjadi host Jejak Petualang ini menyorotimaterial terumbu karang yang digunakan dalaminstalasi gabion. Tidak hanya foto, Riyanni DJangkaru juga mengunggah sebuah video saat memperlihatkan batu karang yang ditumpuk di instalasi gabion Bundaran HI.

Lewat postingan tersebut, pemilik akun @r_djangkaru itu ingin menyampaikan kritik tentang penggunaan batu karang sebagai bagian dari instalasi gabion. Saya jd bertanya tanya, apakah perlu ketika sebuah instalasi dengan tema laut dianggap harus menggunakan bagian dari satwa dilindungi penuh? Apakah penggunaan karang yang sudah mati ini dpt dianggap seakan “menyepelekan“ usaha konservasi yang sudah, sedang dan akan dilakukan?

Darimana asal dari karang karang mati dalam jumlah banyak tersebut? Ekspresi seni adalah persoalan selera, tp penggunaan bahan yang dilindungi Undang undang sebagai bagian dari sebuah pesan,mohon maaf, menurut saya gegabah, " isi potongan caption dari akun @r_djangkaru. Unggahan Riyanni inipun menjadi viral di medsos.

Setelah membagikan kritik lewat postingan di akun Instagramnya,Riyannijuga mengunggah tanggapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Pihak Pemprov DKI Jakarta membalas unggahanRiyanni dan akan ditindaklanjuti terkait persoalan penggunaan terumbu karang di instalasi gabion. "Terima kasih masukannya, akan ditindaklanjuti oleh @kehutanandki, " tulis akun @dkijakarta dalam kolom komentar.

Tidak hanya pemilik viral di Instagram saja, postingan Riyanni juga viral di Twitter. Karena ada akun yang ikut membuat thread soal postingan Riyanni di Instagram. Pemilik akun @kirekswasta membagikan postingan Riyannidi akun Twitter dan juga sempat viral di medsos.

Melansir dari Kompas.com, untuk membuat instalasi gabion ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengucurkan anggaran sebesar Rp 150 juta. Menurut Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati, anggaran untuk instalasi Gabion itu diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Dinas Kehutanan DKI Jakarta. Di sekitar instalasi Gabion ada juga tanaman tanaman sansevieria (lidah mertua), lollipop, dan bugenvil yang dapat menyaring polusi.

Menurut Suzi Marsitawati, instalasi ini dapat berfungsi kurang lebih dua tahun ke depan. Mungkin jika instalasi tersebut sudah tidak bertahan, tidak menutup kemungkinan akan ada jenis instalasi lain yang dipasang di lokasi tersebut.

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close