Internasional

Kakek di Jepang Tak Ditahan Usai Menabrak 2 Orang Hingga Tewas Siapa Orang Kuat di Baliknya

Kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan meninggalnya 2 orang (Mana Matsunaga, 31 tahun dan putrinya Reiko chan 3 tahun serta 9 orang terluka parah) 19 April 2019 di persimpangan Ikebukuro Toshima ku, Tokyo, membuat penasaran warga Jepang. Berbagai media Jepang termasuk televisi juga memberitakan hal serupa dan mantan Wali Kota Osaka, Toru Hashimoto yang juga pengacara profesional Jepang mengomentari hal itu. "Lepas dari dia harus ditahan atau tidak, semua hukum di Jepang harus dijalankan dengan benar, tegas, tanpa pandang bulu, serta adil," kata dia.

Penabrak, Kozo Iizuka (88) hanya dirawat di rumah sakit setelah kecelakaan dan setelah ke luar rumah sakit diinterogasi kepolisian lalu boleh pulang. Umumnya kecelakaan yang ada di Jepang selama ini, pelaku apalagi sampai meninggal, dipastikan ditahan pihak kepolisian dan atau kejaksaan Jepang sambil menunggu keputusan pengadilan. Namun tidak terjadi bagi Iizuka dan banyak dipertanyakan masyarakat Jepang.

Posting posting chatting di media sosial yang menjelekkan dan mengarah kepada keluarganya mendadak juga terhapus tak bisa ditemukan lagi. Banyak pengacara juga sungkan bicara mengenai kasus Iizuka tersebut. Demikian pula polisi dan kejaksaan tutup mulut mengenai Iizuka dan anggota keluarganya terutama mengenai anaknya yang tidak jelas posisinya saat ini. Pengaruh orang kuat di Jepang rupanya masih berlaku saat ini untuk melindungi pelaku yang menabrak dan mengakibatkan kematian dua orang dan tidak ditahan.

Beberapa pengacara mengatakan mungkin saja tidak ditahan, meskipun ini kasus langka, karena faktor langsung menyerahkan diri, faktor mengakui kesalahannya, faktor dugaan kuat tidak akan melarikan diri (kabur), di samping juga tidak ada risiko untuk menghilangkan bukti bukti, menurut pihak kejaksaan Jepang. Lebih dipertanyakan lagi adalah tidak mengakui kesalahannya sendiri, menyalahkan mobilnya yang membuat dirinya menabrak beberapa orang. "Saya memang ingin menginjak rem ternyata yang saya injak gas, sehingga lari lebih cepat dan terjadilah kecelakaan itu," papar Iizuka kepada polisi.

Yoshinori Uehara (62), suami sekaligus ayah dari korban yang meninggal, dengan kuat akan menuntut Iizuka dan baru baru ini mengatakan, "Yang paling disesalkan pelaku tidak menyesali kesalahan pada dirinya dan tidak ditahan. Saya mau dia ditahan," kata dia. Usia tidak jadi perhitungan apa pun dalam kasus hukum kecelakaan lalu lintas di Jepang. Yang bersalah, apalagi korban meninggal selama ini dipastikan ditahan langsung sebelum keputusan pengadilan sekali pun.

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close