Internasional

Kasus Pembunuhan Pimpinan Yakuza Jepang Ternyata Sudah Direncanakan Sebulan Sebelumnya

Kasus pembunuhan pimpinan Kobe Yamaguchigumi (KY), Keichi Furukawa (59) pada 27 November 2019 di dekat pertokoan di Kota Amagasaki Perfektur Hyogo ternyata telah direncanakan sebulan sebelumnya. Pelakunya adalah Hisanori Asahina (52), anggota Yakuza dari Takenakagumi generasi kedua berafiliasi ke Yamaguchigumi. Tepat sesuai rencana tersangka Asahina datang ke lokasi pembunuhan, mencegat korban di luar restoran, dan menembakkan korban dengan senapan mesin M16 Carbine yang biasa dipakai tentara Amerika saat perang Vietnam lalu.

Selain membawa senapan mesin, tersangka juga membawa pistol. Kedua senjata api itu sempat ditodongkan kepada dua polisi di dalam mobil mereka yang mengejar tersangka. "Kalau tersangka mau membunuh dua polisi itu dengan mudah sebenarnya. Tetapi memang yakuza tidak membunuh orang yang tidak ditargetkannya dan langsung menyerah serta mengakui perbuatannya," tambahnya.

Tersangka Asahina mengakui sudah merencanakan pembunuhan itu sejak sebulan lalu dan langsung mengakui kepada polisi dia sendiri yang membunuh tidak ada orang lain yang menyuruhnya. Polisi masih menyelidiki motif pembunuhan asli Asahina yang diduga sebagai bentuk ancaman dari Yamaguchigumi kepada kelompok pecahannya agar segera bergabung kembali, jangan memecahkan diri jangan memisahkan diri. Namun beberapa anggota dengan tegas menolak untuk bergabung kembali ke dalam Yamaguchigumi.

Info lengkap yakuza dapat dibaca di www.yakuza.in

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close