Internasional

Kecurangan Penjagaan Selama Parade Perayaan Kaisar Baru Jepang Terekam Kamera TV

Parade perayaan Kaisar baru Jepang diwarnai ketidakpuasan sejumlah anggota masyarakat, kalangan ibu ibu yang antre di sepanjang rute parade, Minggu (10/11/2019). "Itu zurui (curang) sudah masuk lebih dulu," kritik seorang wanita kepada seorang petugas kepolisian penjaga di pinggir jalanyang terekam kamera lensa televisi TBS, Minggu (10/11/2019). Kejadian Minggu (10/11/2019) sebelum jam 9 pagi waktu Jepang, warga sudah mulai berdatangan dan polisi pun sudah mulai mengatur antrean para pengunjung.

Padahal parade baru akan dimulai jam 3 sore harinya. Meskipun demikian parade perayaan Kaisar baru Jepang berlangsung meriah dan lancar tanpa ada kejadian berarti. Beberapa warga asing juga ikut antre ingin melihat parade dan mengabadikan dengan kamera ponselnya, baik foto maupun video.

Kaisar Naruhiro dan Permaisuri Masako yang melambaikan tangan 30 menit tak habisnya menebar senyum kepada warga Jepang yang dengan setia antre sejak pagi di tepi jalan menantikan mobil mereka yang melewatinya. Sedikitnya 119.000 pengunjung meramaikan parade tersebut yang dijaga dengan sangat ketat oleh 26.000 polisi ditambah 3.000 pasukan khusus anti teror Jepang maupun yang berpakaian preman tersebar di sekitar rute parade. Mobil Kaisar yang melewati Jembatan Nijubashi, jembatan antara kekaisaran dengan daratan masyarakat umum di Tokyo itu juga memiliki sejarah besar saat masa perang internal Jepang ratusan tahun lalu.

Nagaosa seorang pensiunan Badan Kekaisaran Jepang juga sempat menangis terharu setelah melihat rombongan Kaisar Naruhito melintasi di depannya. "Saya mengikuti Kaisar sejak Zaman Showa Heisei dan pensiun. Kini melihat Kaisar yang baru terharu sekali dan kelihatan sangat diterima luas oleh masyarakat Jepang. Benar benar Kaisar yang hebat dan semoga saja bisa menjadi jembatan Jepang dengan negara luar pula, hubungan internasional Jepang semakin baik lagi," harapnya. Sejumlah masyarakat melihat parade lewat beberapa gedung yang jaraknya berdekatan dengan rute parade tersebut.

Namun beberapa gedung juga diminta ditutup disterilkan oleh polisi Jepang selama parade berlangsung kemarin siang. Pengamanan memang sangat ketat sehingga siapa pun ditegur pihak polisi yang tidak mengikuti aturan atau pun yang mendekat jalur parade tersebut. Jarak kanan kiri sedikitnya 5 meter disterilkan dan dijaga kepolisian yang berbaris dalam baju jas hitamnya di tepi jalan.

Namun antusias masyarakat tak padam tetap saja mengabadikan dengan kamera ponselnya masing masing termasuk beberapa kalangan disabilitas yang mendapat prioritas berdiri di bagian paling depan antrean.

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close