Metropolitan

Kopilot Wings Air yang Akhiri Hidup di Kamar Kos Dikenal Sebagai Sosok Sederhana & Ramah

Rumah kos dua lantai di kawasan Kalideres, Jakarta Barat menjadi saksi bisu NA (27) nekat mengakhiri hidupnya. Rumah kos sederhana tersebut sudah 2 tahun ditempati copilot maskapai Wings Air tersebut. Fredik (53) tetangga kos mengatakan NA sudah hampir dua tahun mendiami kos kosan tersebut.

Awalnya ia hanya berbagi kamar dengan kakaknya yang berkerja sebagai teknisi sebuah maskapai penerbangan. "Tapi belakangan ketika tahu ada kamar kosong ia pindah kamar dan putuskan tinggal sendiri," kata Fredikditemui di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kawasan Kalideres, Kamis (21/11/2019). Fredik menjelaskan kos kosan yang ditempati NA hanya bekisar Rp 750 ribu sampai Rp 1 juta perbulan.

Kos itu juga terbilang sederhana dengan luas sekira 4 x 3 meter. Kata Fredik, NA merupakan pria sederhana. Ia hanya memiliki satu motor yang merupakan pemberian kakaknya.

"Motor itu juga tidak dipakai berkerja, hanya untuk keluar membeli makanan saja," kata Fredik. Selain itu, NA juga dikenal sebagai pribadi yang ramah. Berbeda dengan penghuni kos lain, NA kerap menyapa warga yang tinggal di kawasan kos tersebut.

"Sampai ibu ibu yang sering duduk duduk di situ sering dia sapa kalau sedang keluar kamar kos," kata Fredik. Fredik tidak menyangka NA yang memiliki kepribadian ekstrovet itu nekat mengakhiri hidupnya. Pantauan Wartakotalive.com, pintu kamar NA yang terletak di lantai dua paling ujung sebelah kanan dipasangi garis polisi berwarna kuning.

Jendela kamar tersebut tertutup. Namun, masih ada 3 sandal tergeletak di depan kamar NA. Diberitakan sebelumnya NA ditemukan tewas gantung diri di kamar kosnya Senin (18/11/2019).

Diduga, NA nekat menghabisi nyawanya karena urusan pekerjaan di sebuah maskapai swasta. Diberitakan sebelumnya, kejadian kopilot Wings Air tewas bunuh diri dengan cara gantung diri. Peristiwa tersebut ramai menjadi perbincangan publik.

Namun, banyak yang bertanya tanya mengenai sosok keseharian kopilot Wings Air yang tewas gantung diri itu. Menurut tetangga indekos korban, selain dikenal rajin dan rapih, NA (27), sebelum tewas bunuh diri seringkali terlihat pakai baju dinas saat berangkat kerja pagi hari. "Dia suka rapih berpakaian, pagi pagi sudah turun dari tangga, tapi pakai jaket jadi baju dinasnya tidak terlihat," kata Fredik.

Kata Fredik, NA kerap berangkat bekerja pukul 08.00 WIB. Pria tersebut memakai jemputan kantor setiap berangkat berkerja. "Tapi itu tak menentu, karena mungkin tergantung jadwal terbangnya, kadang dia 3 hari tidak kelihatan, mungkin ada jadwal terbang, " kata Fredik.

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close