Sport

KTM tak Bakal Ikuti Langkah Tim Ducati kata

Timpabrikan asal Austria,KTM, menjadi salah satu tim yang konsisten dengan pengembangan perangkat motornya. KTMbahkan menjadi satu satunya tim yang tidak memakaichassissparkembar aluminium dan lebih memilih sasis dari teralis baja. DirekturKTM,Pit Beirer, sempat mengungkapkan bahwa dirinya tidak setuju mengganti bagian kerangka motornya dengan sasis berbahan dasar aluminium.

Di sisi lain,Ducatiadalah tim yang sudah menggunakan sasis aluminium sejak tahun 2012 lalu. CEOKTM,Stefan Pierer, pun mengaku tidak ingin mengikuti langkah TimDucatidengan menggunakansasis yang terbuat dari alumunium. "Jika kami mengikuti langkahDucati, kami akan kalah," kata Pierer.

"KTMterlibat ke dalam balapan untuk dua alasan, pertama untuk berinovasi dan kedua untuk menjual motor," ujar dia menambahkan. Lebih lanjut, Pierer juga membeberkan alasan mengapa timnya tidak ingin meninggalkan sasis bajanya tersebut. Menurut Stefan Pierer, sasis baja merupakan salah satu yang menjadi keunggulan motor dari tim KTM.

"Kami tak akan pernah meninggalkansasis ini karena itu adalah salah satu keunggulan utama motor kami," tutur Pierer. "Anda bisa mendapatkan fleksibilitas dan meringkankan berat badan di atas motor. Itulah cara kami mendominasi balapan dalam berbagai kejuaraan," ujarnya. Stefan Pierer pun menyebut jika kerangka baja yang dipasang KTM sejauh ini sudah terbukti dalam mendatangkan prestasi pada berbagai ajang balap motor.

Berkaca dari kiprah KTM di Supercross dan Rally Dakar, Pierer yakin jika tinggal menunggu waktu untuk pabrikan Austria itu turut menuai kesuksesan di ajang MotoGP. "Apa yang harus dilakukan untuk meraih tujuan kami adalah dengan memiliki orang yang tepat di posisi yang tepat," katanya "Mungkin sekarang kami perlu 10 tahun untuk mendominasi MotoGP juga," tutur Stefan Pierer memungkasi.

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close