Travel

Kuliner Mudik Di Jalur Pantura Ngawi Kertosono Mojokerto

Momen mudik lebaran biasanya dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga besar. Tentu saat mudik akan ada kemacetan di sepanjang jalan, terutama di jalur darat. Sehingga tidak ada salahnya mencoba kuliner di sepanjang jalur mudik yang kamu lewati.

Satu di antaranya adalah kuliner enak di sepanjang jalur mudik Ngawi Kertosono Mojokerto. Sepanjang jalur mudik tersebut memiliki kuliner enak dan halal yang bisa kamu coba. Mulai dari Tepo Tahu, Ayam Panggang Bangi, hingga Bubur Sruntul.

Deretan kuliner di jalur mudik Ngawi Kertosono Mojokerto ini juga sangat ramah di kantong. Saat berada di Ngawi, kamu bisa mencoba kuliner Tepo Tahu yang legendaris. Satu diantara banyak tempat yang menjual Tepo Tahu dan paling laris adalah di warung Tepo Tahu Mbah Nem.

Tepo Tahu ini berisikan lontong yang berbentuk segitiga, telur ayam, tahu goreng, kacang tanah, tauge, dan potongan daun seledri. Tepo Tahu disajikan dengan disiram kuah kecap yang menyesuaikan selera, termasuk bisa meminta untuk rasa pedas. Biasanya Tepo Tahu lebih enak apabila disantap bersamaan dengan keripik tempe.

Soal harga tidak perlu khawatir, seporsi Tepo Tahu dijual mulai dari Rp 12 ribuan. Apabila perjalanan mudikmu di sekitar Ngawi sampai malam hari, tidak ada salahnya mencicipi Wedang Cemue. Berkuliner Wedang Cemue lebih mantap saat malam hari ditemani dengan hembusan angin malam yang sejuk.

Sekilas kuahnya mirip dengan kuah Wedang Asle, tetapi Wedang Cemue lebih hangat karena terbuat dari rebusan jahe geprek. Lebih uniknya lagi, Wedang Cemue diolah dengan tambahan daun pandan, sehingga rasa dan aromanya lebih khas. Wedang Cemue berisikan potongan roti tawar, kacang putih, ketan, agar agar, dan parutan kelapa muda.

Ayam Panggang Bangi bisa kamu jumpai saat lewat jalur mudik Kertosono. Bahan utama menu Ayam Panggang Bangi menggunakan ayam kampung yang dimasak dengan cara dipanggang. Proses memasaknya pun membutuhkan waktu yang tidak sebentar agar daging ayam empuk.

Semua bumbu rempah yang digunakan berhasil meresap sempurna ke dalam daging ayam. Bagi pecinta pedas direkomendasikan untuk mencicipi Ayam Panggang Bangi karena tiap suwiran daging ayamnya mampu menggoyang lidah. Biasanya Ayam Panggang Bangi lebih enak jika disantap dengan urap sayuran yang terdiri dari tauge, kacang panjang, hingga kangkung.

Saat di Nganjuk, cobalah cicipi kuliner Nasi Becek yang menggugah selera. Nasi Becek ini sekilas mirip dengan Soto Babat atau Gulai Ponorogo. Tetapi bedanya pada Nasi Becek disajikan bersamaan dengan sate kambing yang teksturnya sangat empuk.

Soal rasa sudah tidak perlu diragukan lagi, Nasi Becek ini cenderung manis, gurih, dan asin. Namun untuk kamu yang pecinta pedas bisa menambahi sambal ke dalam Nasi Becek agar lebih sedap. Bubur Sruntul atau dikenal juga dengan Bubur Candil merupakan kuliner yang patut di coba saat berada di Mojokerto.

Bubur Sruntul ini merupakan kuliner manis yang terbuat dari ketan, beras, gula jawa, hingga santan. Biasanya Bubur Sruntul disajikan dalam keadaan hangat, tetapi akan lebih nikmat jika ditambahkan dengan es batu. Tekstur Bubur Sruntul ini sangat lembut dan kenyal.

Pecinta kuliner mi bisa mencoba menu Pangsit Mie Alami Benteng Pancasila di Mojokerto. Mi yang dijual ini disajikan terpisah dengan kuah mie. Sehingga pengunjung bisa menambahkan kuah sesuai dengan selera.

Menariknya lagi, dalam kuah menu mi ini juga diberikan beberapa bakso daging yang enak. Pangsit yang diberikan pun cukup besar dan rasanya sangat gurih. Harga seporsi Pangsit Mie Alami Benteng Pancasila mulai dari Rp 7 ribuan.

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close