Sport

Kurangnya Kasih Sayang dari Sang Ibu Buat Mike Tyson jadi Pribadi yang Emosional

Mike Tyson menceritakan kurangnya kasih sayang dan komunikasi dengan sang ibu membuat dirinya menjadi pribadi yang emosional. Mike Tyson memgaku tidak terlalu mengenal ibunya. Pasalnya Lorna May Smith yang merupakan ibu Tyson, wafat ketika usia Mike Tyson menginjak angka 16 tahun.

Pria asal Amerika Serikat itu pun mengenang bagaimana momen kebersamaan dirinya dengan sang ibu. Ia secara terang terangan mengaku jarang dan bahkan minim mendapat kesempatan untuk mengobrol dengan sang ibu. Meski kondisi tersebut tak berpengaruh pada kariernya di bidang olahraga tinju, namun kurangnya kasih sayang dan perhatian membuat Tyson bermasalah dalam mengontrol emosi.

"Saya tidak pernah mendapat kesempatan untuk berbicara dengannya atau mengetahui tentang dia (ibu Mike Tyson)." "Secara profesional, itu tidak berpengaruh, tetapi itu menghancurkan secara emosional dan pribadi," cerita Mike Tyson, seperti yang dikutip dari laman Apa yang diungkapkan oleh Mike Tyson memang terbukti adanya.

Kurangnya kasih sayang dari Lorna May Smith membuat sang putra banyak berkecimpung di dnuia kelam. Bahkan, ketika usianya baru 13 tahun, pria yang berjuluk Si Leher Beton, telah merasakan bagaimana dinginnya kehidupan di balik jeruji besi. Tak sampai disitu, ia juga tersandung kasus pemerkosaan di tahun 1992 yang mengakibatkan ia kembali masuk bui selama 3 tahun.

Masalah kontrol emosi pun dimiliki oleh Mike Tyson ketika bertarung di atas ring. Terbukti Mike Tyson di laga kontra Evander Holyfield secara sengaja menggigit telinga sang lawan, tepatnya di tahun 1997. Meskipunkurang mengenal baagimana dan seperti apa sosok ibunya, namun Mike Tyson sangat mencintai wanita yang telah melahirkannya ke dunia.

Terbukti, keberhasilanyang diraihnya selama menjadi petinju, ia persembahkan bagi ibu tercintanya Mike Tyson sendiri dalam beberapa bulan terakhir memang menjadi perbincangan hangat penikmat tinju dunia. Si Leher beton memiliki keinginan untuk turun gunung dan kembali mentas di atas ing tinju.

Meskipun demikian, petinju yang kini telah berusia 53 tahun itu belum terpikir untuk kembali ke ajang profesional. Sebenarnya Tyson telah pensiun dari dunia tinju sejak tahun 2005 silam saat pertarunan terakhirnya melawan Kevin McBride. Mike Tyson sendiri berkeinginan untuk kembali terjun ke cabor yang membesarkan namanya guna menggalang laga amal.

Nantinya, dana yang telah terkumpul akan didonasikan untuk orang orang yang kekurangan. Kabar kembalinya Si Leher Beton ke atas ring mendapatkan respon yang luar biasa, baik dari kawan maupun lawan. Tak sedikit petinju dan petarung memiliki keinginan untuk menantang duel Si Leher Beton.

Sebut saja Tito Ortiz, Tyson Fury hingga Evander Holyfield menginginkan hal serupa.

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close