Techno

Lintasarta Kini Fokus Kembangkan Solusi Industri ke Pelanggan

Tren digitalisasi kini merambah banyak sektor dan berkembang pesat, mempengaruhi pola penetrasi bisnis pelaku usaha nasional. Itu sebabnya, tren transformasi digital mendorong pelaku industri meningkatkan daya saing, efisiensi, inovasi, serta kecepatan, dalam memenuhi kebutuhan pasar. Boleh dibilang, transformasi digital kini jadi kebutuhan bagi para pelaku industri nasional agar kompetitif menghadapi persaingan pasar yang makin ketat. Membaca tren tersebut, Lintasarta, salah satu perusahaan penyedia solusi digital untuk korporat di Indonesia, kinimemperkuat berbagai produk konektivitas dan IT Services nya.

Berdiri pada April 1988, perusahaan ini telah menjadi bagian dari dinamika bisnis di Indonesia melalui penyediaan layanan komunikasi data, internet, serta solusi bisnis. Arya Damar menjelaskan, Lintasarta kini mengembangkan produk dan layanan yang menjawab kebutuhan industri sesuai dengan perkembangan teknologi dunia. “Data communication, IT Services, e Health services, Internet services, data center, cloud, social media analitycs, fleet management, hingga solusi industri perbankan dan keuangan lainnya,” sebutnya.

Untuk semua layanan ini, pihaknyadidukung sumber daya manusia yang 100 persen orang Indonesia dengan standar global. "Melihat perkembangan transformasi digital yang ada, dalam menlakukan perubahan khususnya transformasi digital, semua pihak harus berkolaborasi. Karena itu, Lintasarta juga berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghasilkan solusi terbaik,” sebut Arya Damar. Dengan visi menjadi urat nadi digitalisasi nasional, Lintasarta menambah fokus bisnisnya dengan mengembangkan solusi industri. Fokus solusi industri ini menitikberatkan ke industri financial, smart city, dan healthcare.

Tim yang beranggotakan anak anak muda yang memiliki potensi yang berstandar global, akan melahirkan berbagai solusi digital bagi 3 industri tersebut, dan juga sudah disiapkan ruangan kerja sendiri dengan tema kekinian layaknya co working space. Sejak tiga tahun ini Lintasarta membangun ekosistem startup digital, salah satunya kolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS). Kerjasama ini dengan membangun inkubasi dan akselerasi untuk para inventor muda yang nantinya menjadi technopreneur atau startup digital B2B.

Kolaborasi ini, kata Arya, untuk menjawab tantangan akan beragamnya kebutuhan digitalisasi industri. “Bisa dibilang Lintasarta menjembatani kebutuhan industri dengan para pengembang teknologi aplikasi startup. Dalam jangka panjang akan membantu terciptanya ekonomi digital,” ujar Arya Damar

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close