Nasional

Lipi Persiapkan Secara Total Akademisi Indonesia Di Luar Negeri Dan Pertemuan Presiden Sts Jepang

Pihak Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah mempersiapkan secara total soft landing bagi para akademisi Indonesia yang berada di luar negeri agar mudah kembali ke Indonesia. Beberapa akademisi Indonesia di luar negeri mempertanyakan kesiapan LIPI menerima mereka. "Ada peneliti dan dosen Indonesia di Norwegia pintar sekali kembali ke Indonesia tetapi tak ada yang mau menerima, akhirnya kembali ke Norwegia," ungkap seorang WNI dalam sebuah forum komunitas Indonesia Jepang (ICJ).

Menanggapi hal tersebut, Kepala LIPI menanggapi bahwa pihaknya kini telah siap menerima para akademisi tersebut. "Khusus untuk LIPI semua hal ini sudah dilaksanakan penuh, sehingga diharapkan tak ada masalah soft landing mereka kembali ke Indonesia. Namun kalau daftar di instansi lain tentu bisa berbeda," kata dia. Sementara itu pada Minggu (6/10/2019) siang, kepala LIPI melakukan pertemuan bilateral dengan Koji Omi, Presiden Science and Technology in Society (STS) sekaligus mantan Menteri Keuangan Jepang dan politisi LDP.

Pertemuan ini dilakukan secara khusus atas permintaan pihak Jepang di tengah agenda STS Forum di Kyoto pada tanggal 6 hingga 8 Oktober 2019. "Dalam pertemuan itu saya mengajak para pengambil keputusan terkait iptek di Jepang untuk mulai memikirkan skema baru untuk semakin meningkatkan kerja sama dan kolaborasi riset antara Jepang dan Indonesia," ujarnya. Selama ini kerja sama riset didominasi oleh basis jaringan antara mantan pembimbing (pihak Jepang) dan mantan mahasiswa yang belajar di Jepang (pihak Indonesia).

Padahal saat ini, lembaga riset seperti LIPI telah mulai melakukan rekrutmen peneliti dengan kualifikasi S3. Dengan demikian sebenarnya sangat penting untuk mulai mengubah pola kerja sama dengan skema yang berbeda. "Terlebih saat ini pemerintah mendorong mahasiswa mahasiswa terbaik untuk melanjutkan studi pasca sarjana di grup grup riset dalam negeri melalui beasiswa PDMSU (Program Doktor Mahasiswa Unggul)," kata dia.

Upaya ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan riset di lembaga dan perguruan tinggi dalam negeri. "Mengapa demikian? Karena sumber daya riset utama adalah mahasiswa yang menempuh riset di program studi pasca sarjana. Saat ini merupakan saat yang tepat untuk mulai menggeser prioritas, dari sekadar mengirimkan SDM muda Indonesia ke luar negeri, ke penguatan kapasitas dan kapabilitas riset di dalam negeri secara terintegrasi," jelasnya. Untuk itu LIPI telah mulai membuka berbagai skema yang lain, seperti kunjungan pendek riset (short research visit) yang juga bisa dikombinasikan dengan insentif partisipasi konferensi internasional.

"Ke depan LIPI juga akan membuka skema pasca doktoral (postdoctoral) sebagai wadah untuk para kandidat akademisi berkualifikasi S3 untuk mengasah kemampuan riset sebelum menduduki posisi permanen akademisi," kata dia. LIPI sangat relevan untuk program ini karena memiliki kemampuan sebagai penyedia infrastruktur riset yang cukup lengkap dan dibuka untuk seluruh komunitas di tanah air. Dikombinasikan dengan skema RA (research assistantship) dan program S3 by research, bekerja sama dengan beberapa PTNBH (perguruan tinggi negeri badan hukum) di tanah air, LIPI dapat menjamin keterlibatan mahasiswa pasca sarjana.

Integrasi program tersebut memungkinkan peningkatan kapasitas riset dalam negeri sekaligus menjamin kualitas sesuai standar global, tanpa harus terlalu banyak membelanjakan pendanaan untuk pengiriman mahasiswa unggul Indonesia ke luar negeri secara penuh. "Hal ini juga memastikan bahwa sebagian besar pendanaan dibelanjakan di dalam negeri dan berkontribusi pada geliat ekonomi lokal," tambahnya. Koji Omi sangat mendukung upaya ini dan mendorong pembicaraan lanjutan di level teknis untuk mengembangkan skema dan berbagai joint program yang baru untuk meningkatkan kolaborasi riset kedua negara.

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close