Nasional

Pekerja Migran Indonesia Dilarang Ditempatkan di China Daratan Dampak Virus Corona

Imbas wabah virus corona, Pekerja Migran Indonesia (PMI) dilarang ditempatkan bekerja di China daratan. Hal tersebut seiring dengan adanya imbauan dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). "Bahkan Kemenaker secara tegas melarang penempatan PMI ke China daratan," ujar Pelaksana tugas (Plt) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Tatang Budie Utama Razak, di Kantor BP2MI, Jalan MT Haryono, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (11/2/2020). Tatang juga menegaskan PMI tidak akan ada yang dikirim atau ditempatkan di wilayah Taiwan maupun Hongkong dalam waktu dekat.

Sementara itu, bagi PMI yang tidak berada di Tanah Air, BP2MI mengimbau untuk menghindari kerumunan orang. PMI juga diminta untuk meminimalisir menggunakan angkutan umum dan tetap menggunakan masker dimanapun berada. Tatang pun belum bisa mengkalkulasi kerugian yang ditimbulkan akibat dampak virus corona bagi PMI.

Meski demikian, dia meyakini ada kerugian yang besar akibat mewabahnya virus corona. "(Kerugian pasti) Besar. Tapi kalau seberapa besar saya belum bisa memastikan, sebab kami belum tahu persis angka PMI yang siap atau menunda keberangkatan karena virus corona," katanya. Diketahui, korban meninggal dunia akibat wabah virus korona menembus angka 1.013 orang, pada Selasa (11/2/2020) pagi.

Dilaporkan dihari sebelumnya terdapat 103 kasus kematian baru dari provinsi Hubei. Seperti dikutip dari Channel News Asia, penduduk di wilayah China yang meninggal dunia akibat wabah tersebut sebanyak 1.011 orang dan 2 orang lain meninggal di Hong Kong dan Filipina. Sementara, lebih dari 42.200 orang positif terjangkit virus korona di seluruh dunia.

Jumlah kasus kematian yang terjadi akibat virus 2019 nCoV tersebut melampaui korban meninggal akibat wabah Sars pada 2002 2003 dengan total 774 kasus kematian. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga agar pikiran tetap positif dan hati bahagia disaat terbaring sakit. Seperti yang dilakukan pasien positif virus corona di kota Wuhan, Cina.

Dari sejumlah video yang tersebar di media sosial Weibo, di tempat perawatan dadakan yakni di Pusat Pameran Internasional Wuhan, Gor Olahraga, serta Ruang Serbaguna di Wuhan, kegiatan menyenangkan dilakukan pasien dan tenaga medis. Layaknya tanpa batas, pasien tampak antusias menghibur diri mulai dari menari, melakukan gerakan taichi, hingga membaca buku. Video pertama menunjukan, tim medis berpakaian pelindung menari bersama pasien di sela sela tempat tidur yang berjejer.

Selain menari, video lain menunjukan pasien dan petugas medis tampak melakukan gerakan Taichi (seni bela diri khas China) dalam gerakan lambat. Gerakan Taichi dipercaya dapat membantu meningkatkan kekebalan mereka. Kemudian, ada pula foto foto pasien sedang asyik berbaring sambil membaca buku.

Dilansir dari CGTN Selasa (11/2/2020), seorang pasien bernama He yang diwawancarai The paper mengatakan, kegiatan sederhana itu sangat berguna untuk mengurangi stres dan menjaga pasien agar suasana hatinya tetap baik, serta membantu mempercepat pemulihan "Pasien di sini telah menemukan cara untuk membuat diri sibuk dan terhibur," kata He. Penyebaran video dan foto tersebut mendapat tanggapan positif dari pengguna Weibo.

"Itu hal yang sangat bagus. Suasana hati kian positif dan santai sangat membantu meningkatkan imunitas pasien dan tenaga medis yang bekerja, " kata seorang pengguna Weibo @gaigeshenmemingzihaone5. Korban meninggal dunia akibat wabah virus corona menembus angka 1.013 orang, pada Selasa pagi (11/2/2020). Seperti dikutip dari Channel News Asia, penduduk di wilayah Cina yang meninggal dunia akibat wabah tersebut sebanyak 1.011 orang dan 2 orang lain meninggal di Hong Kong dan Filipina.

Sementara, lebih dari 42.200 orang positif terjangkit virus corona di seluruh dunia.

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close