Metropolitan

Pembunuh Bayaran Beri Kesaksian Terungkap Ide Aulia Kesuma Sewa Eksekutor buat Bunuh Suami & Anak

Kisah miris ibu tiri yang tega membunuh suami dan anak angkatnya sempat menjadi sorotan. Sang ibu tiri yang bernama Aulia Kesuma ini merencanakan pembunuhan untuk menghabisi suami dan anak sambungnya. Semua ia lakukan demi mendapat harta warisan dari sang suami.

Aulia Kesuma pun merencanakan pembunuhan dengan menyewa pembunuh bayaran. Aulia Kesuma juga membujuk dengan memberikan janji ini kepada pembunuh bayaran. Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada 26 Agustus 2019 lalu.

Publik dikejutkan dengan sebuah mobil terbakar berisi dua mayat di daerah Cidahu, Sukabumi. Pupung Sadili dan M Adi Pradana dibunuh oleh Ibu tiri alias istri Pupung Sadili yang bernama Aulia Kesuma. Jenazah Pupung Sadili dan M Adi Pradana sudah sulit dikenali lantaran tubuh mereka hangus.

Tubuh keduanya terbakar di dalam mobil minibus Toyota Calya berpelat nomor B 2983 SZH. Sejumlah fakta soal kasus pembunuhan terhadap Edi Chandra Purnama aliasPupungSadili dan M Adi Pradana aliasDanaterungkap pada sidang perdana yang digelar Kamis (6/2/2020). Satu di antaranya terkait skenario istriPupung,AuliaKesumadalam menghabisi suami dan anak tirinya itu.

Sebelum memutuskan menyewapembunuhbayaran,AuliaKesumatelah merencanakan pembunuhan dengan mendatangi seseorang yang disebut sebut sebagai dukun. KemudianAuliaKesumaminta dicarikan dukun untuk menyantetPupungagar meninggal dunia. Hal itu diungkap langsung oleh Jaksa Sigit Hendradi.

Menurut dakwaan jakwa,AuliaKesumaberniat menghabisiPupungdanDanakarena suaminya tak memenuhi permintaan menjual rumah. "SaksiAuliaKesumamenceritakan masalah utangnya dan meminta jaksa saksi Karsin alias Tini yang dahulu pernah bekerja sebagai pembantu infal, agar mencarikan dukun untuk menyantet korban Edi Candra supaya meninggalk dunia," ujar Jaksa Sigit Hendradi. Tini lantas mengenalkan Auli Kesuma dengan suaminya, Rody Syaputra Jaya alias Rody yang kemudian mencarikan dukun untuk menghabisiPupungdanDana.

Saat itu, Rody meminta uang Rp 45 juta sebagai biara ritual santet dan imbalan dirinya. Aulia Kesuma pun sepakat dan bersedia memenuhi permintaan Rody itu. Setelahnya, Rody mengajak Supriyanto alias Alpat untuk mencari dukun di Parangtritis, Yogyakarta.

Namun ternyata ritual dukun tersebut tidak membuahkan hasil. Akhirnya Rody menyarankanAuliaKesumaubntuk membunuhPupungdengan cara ditembak. Lagi lagi cara tersebut gagal hingga kemudian Aulia KEsuma kembali mencari dukun santet lainnya.

Aulia Kesuma lantas meminta bantuan kepada Mbah Borobudur namun tidak berhasil. Terakhir,AuliaKesumamencari dukun santet lainnya dengan bantuan asisten rumah tangganya bernama Teti. Ketika itu, Teti menganalkanAuliaKesumadengan dukun Aki.

Namun Aki ternyata tidak menyanggupi permintaanAuliaKesumauntuk menyantetPupunghingga meninggal dunia. Aki justru menawarkan cara lain dengan menyewapembunuhbayaransampai akhirnyaAuliaKesumamenyewa Kusmawanto alias Agus dan Muhammad Nursahid alias Sugeng untuk membunuhPupungdanDana. Awalnya, Agus dan Sugeng tidak mengetahui niatAuliaKesumauntuk membunuh suami dan anak tirinya.

Dalam persidangan, Agus yang berprofesi sebagai buruh tani itu mengaku merasa ditipu oleh seorang dukun bernama Aki, orang yang mengenalkannya kepadaAuliaKesuma. Agus mengaku dihubungi olehAuliaKesumauntuk datang ke Jakarta dengan tujuan bekerja sebagai pembersih gudang rumah Aulia di Lebak Bulus. Akan tetapi, setelah keduanya tiba di Jakarta, mereka justru diminta untuk membunuhPupungSadili danDana.

"Saya dijanjikan kerja itu kan kerja bersih gudang, bukan pembunuhan," kata Agus di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020). "Kalau pembunuhan saya gak mau," sambungnya. Keduanya sempat menolak permintaan tersebut saat itu.

NamunAuliaKesumamenyuruh anak kandungnya, Giovanni Kelvin membawa keduanya bertemu Aki wilayah Jakarta. Ketika mereka bertemu Aki itulah Agus dan Sugeng mengaku merasa telah dihipnotis oleh Aki. Keputusan Agus dan Sugeng yang semula tak mau melakukan pembunuhan berubah saat itu dan menuruti permintaanAuliaKesuma.

Aulia Kesuma akhirnya mendapatkan eksekutor dan dilaporkan menjanjikan uang Rp 500 juta untuk membunuhPupungdanDana. Namun terdakwa Sugeng, satu dari dua eksekutor membantah dijanjikan Rp 500 juta olehAuliaKesuma. Sugeng menyebut dirinya hanya diiming imingi uang sebesar Rp 10 juta.

Itu pun, kata dia, bukan upah untuk melakukan pembunuhan terhadap suami dan anak tiri Aulia. "Nggak benar, saya nggak pernah dijanjikan uang segitu (Rp 500 juta)," kata Sugeng. "Saya cuma disuruh bersihkan gudang, nanti pulang dikasih Rp 10 juta," tambahnya.

Selama persidangan, Agus dan Sugeng hanya tertunduk. Mereka didakwa bersama samaAuliaKesumadan Geovanni Kelvin membunuhPupungdanDana. Jaksa penuntut umum (JPU) Sigit Hendradi mendakwa keduapembunuhbayaranitu mengetahui rencana pembunuhan terhadapPupungdanDanadi Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada 2019 silam. Menurut Jaksa, Sugeng dan Agus yang tengah berada di Lampung kala itu dihubungi olehAuliaKesumauntuk datang ke Jakarta.

Tujuannya adalah menghabisi nyawaPupungdanDana. Eksekusi pembunuhan berencana itu juga dibantu oleh anakAuliaKesuma, Geovanni Kelvin. "Akibat perbuatan terdakwa Kusmawanto alias Agus dan Muhammad Nur Sahid alias Sugeng yang bersama sama dengan saksiAuliaKesumadan Geovanni Kelvin, korban Edi Candra Purnama meninggal dunia," kata Sigit di PN Jakarta Selatan.

Sigit mengungkapkan, Sugeng dan Agus menuruti kemauanAuliaKesumauntuk ikut terlibat dalam pembunuhan berencana itu karena diiming imingi bayaran senilai Rp 200 juta. "Terdakwa 1 Kusmawanto dan Terdakwa 2 Muhamad Nursahid mengatakan kepada saksi Aulia bahwa terdakwa bersedia melakukan pembunuhan jika diberi imbalan sebanyak Rp 200 juta, lalu saksi Aulia menyetujui permintaan terdakwa," ungkap Sigit. Oleh karena itu, Sigit mendakwa keduanya dengan pasal 340 Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 Subsider Pasal 338 KUHP.

Ancaman hukumannya adalah maksimal hukuman mati. "Ancamannya seperti yang dikatakan Majelis Hakim, paling tinggi hukuman mati," ujar Sigit.

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close