Metropolitan

Pengemudi Transjakarta Jadi Korban Malpraktek, Ini Tuntutan yang DIsampaikannya ke Menkes RI

IraPuspitaRahayu(38), pengemudi Transjakarta yang diduga menjadi korban malpraktik, usai melakukan operasi usus buntu di salah satu rumah sakit (RS) swasta diBekasi, mengirin surat ke Meneteri Kesehatan Nila F Moeloek. Melalui surat tertanggal 27 Februari 2019 itu, Ira memohon perlindungan kepada Menkes Nila F Moeloek terkait dugaan malprakatik yang dia alami. Ia memohon kepada Menkes agar segera memanggil dan memeriksa manajemen RS AnnaBekasidan dr Bambang Yudhadi selaku dokter bedah yang menangani operasi appendix (usus buntu).

Selanjutnya, dia juga meminta agar Menkes mencabut ijin operasi RS Anna atau tindakan administratif lainnya jika terbukti tidak menjalankan pelayanan medis yang profesional. Dia juga memohon untuk mencabut ijin praktik dr Bambang Yudhadi jika melanggara kode etik Ikatan Dokter Indonesia. Dugaan malpraktik muncul ketika Ira selesai menjalani operasi usus buntu di Rumah Sakit AnnaBekasi.

Setelah keluar dari ruang operasi, bagian perut sebelah kiri Ira merasakan panas yang sangat menyiksa. Padahal saat itu, luka bekas operasi usus buntunya berada di bagian perut sebelah kanan. Setelah diperiksa, rupanya muncul luka memerah yang kemudian berubah seperti luka bakar.

Perawat yang menanganinya menduga bahwa Ira mengalami alergi obat, namun setelah dikonsultasi pada dokter yang menanganinya, Ira didiagnosa menderita herpes. Lambat laun, penyakit usus buntunya membaik namun tidak pada luka bakar perut sebelah kiri yang muncul usai operasi. Kondisinya kian parah, muncul nanah, hingga ia merasa ada yang tidak beres dari penanganan medis di rumah sakit tempat ia dirawat.

Ira kemudian memilih berkonsultasi dengan dokter di rumah sakit lain. Hasilnya, pihak rumah sakit tempat ia konsultasi menyebutkan hasil diagnosa pada luka bakar di perut sebelah kirinya merupakan kerusakan jaringan kulit dan harus segera dioperasi. "Tanggal 25 saya operasi luka saya ini di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, operasi plastik karena dokter bilang saya menderita kerusakan jaringan kulit," paparnya.

Hingga saat ini, kondisi Ira belum membaik, ia masih harus beristirahat di rumah, sampai luka pada bagian perut sebelah kirinya membaik. Pengemudi bus Transjakarta inipun terpaksa belum dapat bekerja, padahal Ira merupakan tulang punggung keluarga setelah ia menjadi orangtua tunggal dari ketiga anaknya. "Kalau gaji saya di Transjakarta tergantung jam kerja juga, makin sering saya narik makin besar gajinya, karena ada gaji hitungan per kilometer, kalo saya gak kerja ya paling gaji pokok doang," ungkap Ira. Ibu tiga anak ini sejak satu setengah tahun lalu bekerja sebagai pengemudi bus Transjakarta. Setiap hari, dariBekasiia harus berangkat kerja pukul 03.00 dini hari menuju pool Transjakarta di daerah Cijantung.

"Pulang sekitar jam 1an (siang), setiap hari saya kerja libur paling satu hari doang kadang juga gak libur sengaja karena makin sering kerja makin banyak hitungan kilometer saya," jelas dia.

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close