Otomotif

Penjualan Kendaraan Niaga Melemah, Pembiayaan Baru Adira Finance Mencapai Rp 19,1 Triliun

Adira Finance meraih pembiayaan baru senilai Rp 19,1 trilun di semester I 2019. Angka tersebut naik 4 persen jika dibandingkan capaian pembiayaan baru di semester I 2018. Piutang yang dikelola perseroan naik 12 persen menjadi Rp 53,9 triliun, dibandingkan dengan Rp 48,1 triliun pada periode yang sama tahun lalu. "Pangsa pasar kami di segmen mobil baru berada di level 4.9 persen, sementara pangsa pasar di motor baru berada di 11.6 persen. Segmen sepeda motor dan mobil terus memberikan pertumbuhan terbesar. Inisiatif strategis kami telah terbukti efektif untuk memberikan pertumbuhan yang cukup moderat dalam lingkungan bisnis yang relatif stagnan," ungkap Hafid Hadeli.

Pembiayaan mobil Adira di semester I 2019 mencapai Rp 8.07 triliun, naik tipis jika dibandingkan realisasi di semester I 2018sebesar Rp 8,05 triliun. Pembiayaan ke segmen mobil penumpang berkontribusi 64 persen dari total pembiayaan mobil, sementara sisanya sebesar 36 persen dari segmen kendaraan niaga. Hafid menyatakan penurunan pembiayaan baru kendaraan komersial terjadi karena perlambatan keseluruhan dalam pengeluaran infrastruktur sebagai dampak dari pemilihan presiden baru baru ini dan penurunan harga komoditas.

Sementara, penjualan sepeda motor Adira tumbuh 9% menjadi Rp 9,9 triliun di semester I 2019. Segmen sepeda motor baru naik 11% menjadi Rp 7,3 triliun sementara segmen sepeda motor bekas tumbuh sebesar 5% menjadi Rp 2,6 triliun. Total laba bersih Adira di semester I 2019 naik 9% secara yera on year sebesar Rp 949 miliar dari capaian di semester I 2018. Sementara, pendapatan bunga naik sebesar 12% menjadi Rp 5,89 triliun sementara beban bunga naik 15% menjadi Rp 2,33 triliun.

Pendapatan bunga bersih naik 10% menjadi Rp 3,55 triliun sehingga menghasilkan margin bunga bersih sebesar 14,2% dan biaya operasional naik 5% menjadi Rp 1,79 triliun yang menghasilkan pertumbuhan laba bersih sebesar 9%.

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close