Techno

Percepat Pencapaian Hasil Bisnis Melalui Red Hat Open Innovation Labs  

– Saat ini semakin banyak perusahaan enterprise di Asia Pasifik yang ingin menerapkan inovasi terbuka untuk mempercepat pencapaian hasil bisnis. Hal ini ditunjukkan oleh sejumlah perusahaan di Australia, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, dan Singapura yang berpartisipasi dalam program residensi Red Hat Open Innovation Labs di wilayah Asia Pasifik. "Red Hat Open Innovation Labs dirancang untuk menghadirkan lingkungan yang mendalam, kolaboratif, dan bersifat menetap yang mempromosikan inovasi dan pengembangan yang cepat," Sandra Arps, Open Innovation Labs Lead Red Hat APAC di Jakarta belum lama ini.

Beberapa perusahaan yang berpartisipasi dalam program ini adalah Heritage Bank (Australia), The University of Adelaide (Australia) , National Stock Exchange of India (NSE) (India), Fukuoka Financial Group (Jepang), ST Engineering (Singapura). John Allessio, Senior Vice President and General Manager of Global Services, Red Hat mengatakan, perusahaan perusahaan di Asia Pasifik menyadari perlunya menanamkan inovasi ke dalam DNA perusahaan mereka. “Dengan demikian, mereka akan dapat mendorong pertumbuhan dan menangani tantangan tidak terduga di masa depan secara lebih efektif,” katanya.

Ditambahkan, lingkungan bisnis yang bergerak cepat saat ini menuntut perusahaan untuk terus berinovasi guna mengimbangi lanskap bisnis yang berubah, jika tidak ingin berisiko tertinggal. Red Hat Open Innovation Labs membantu perusahaan perusahaan enterprise mencapai hal itu dengan memungkinkan mereka bekerja sama secara erat dengan para ahli Red Hat untuk memecahkan tantangan bisnis mereka dengan cara yang dipercepat melalui teknologi open source. Berlangsung antara satu hingga tiga bulan, program residensi ini dapat dilaksanakan di laboratorium fisik Red Hat atau di lab pop up atau di lokasi pelanggan.

Selama program berlangsung, pelanggan mendapatkan pengalaman langsung tentang cara menerapkan metodologi pengembangan yang lincah (agile methodology) dan praktik DevOps untuk memecahkan masalah turun temurun atau mengatasi tantangan baru seperti mengembangkan aplikasi cloud native. National Stock Exchange of India, misalnya, tidak hanya memodernisasi aplikasi e IPO selama masa residensinya, tetapi juga mengadopsi strategi DevOps yang membantunya menghadirkan layanan baru ke pasar secara lebih cepat. Fukuoka Financial Group memanfaatkan keterlibatan Red Hat Innovation Labs untuk mempertajam daya saingnya dengan memperlengkapi staf mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan guna menghadirkan kapabilitas pengembangan in house dan mempercepat inovasi.

Pelanggan juga dapat menyaksikan bagaimana prinsip terbuka dan budaya terbuka membantu mempercepat inovasi melalui Red Hat Open Innovation Labs. Dalam kasus Heritage Bank, tim TI mereka belajar bagaimana menerapkan prinsip prinsip open source untuk mengintegrasikan tim lintas fungsi, teknologi, dan proses selama program residensi. Dengan melakukan hal tersebut, Heritage Bank kini dapat menjawab tuntutan bisnis yang tengah berkembang secara cepat dan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Koji Yokota, Director and Executive Officer, Fukuoka Financial Group, Inc mengatakan, proses pengembangan aplikasi tradisional dan kurangnya keterampilan internal menghambat kami untuk berinovasi secara cukup cepat guna mengimbangi pesaing kami dan permintaan pelanggan yang terus berkembang. “Red Hat Open Innovation Labs telah membantu kami dalam menerapkan inovasi terbuka dan agile development, yang akan memungkinkan kami untuk menghadirkan nilai bisnis yang meningkat dan terus berinovasi dengan cepat,” katanya. Wayne Marchant, CIO, Heritage Bank menyebut, program residensi Red Hat Open Innovation Labs telah menjadi katalisator transformasi bisnis kami dengan membantu kami menerapkan budaya inovasi.

“Dengan memberdayakan tim kolaboratif yang berfokus pada tujuan tunggal melalui tool tool open source, kami telah memperoleh kemampuan untuk mempertahankan inovasi dan secara efisien menghadirkan layanan baru yang dapat meningkatkan pengalaman pelanggan,” tuturnya.

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close