Internasional

Pria Ini Kejutkan Penjaga Toko Beli Tas Louis Vuitton Rp 100 Juta Dikira Miskin Karena Penampilan

Dikutip dari thevocket.com via suar.grid.id, Sabtu (2/3), seorang pengguna Facebook bernama Ismail Ariffin alias Lepat membagikan video saat ia bersama temannya yang bernama Zainal Abidin Awang. Keduanya saat itu mengunjungi sebuah butik tas bermerk mahal Louis Vuitton di Kuala Lumpur, Malaysia. Namun ketika memasuki butik, keduanya merasa tidak dilayani dengan baik malah terkesan dianggap kere, kampungan dan rendah.

Bagaimana tidak, karyawan butik melihat Zainal dan Ismail hanya mengenakan kaos oblong, celana pendek dan sandal. Apalagi Ismail berambut gimbal yang dianggap oleh karyawan butik orang tak berduit. Padahal keduanya datang ke butik tersebut untuk mencetakkanlabelnama padatasyang telah mereka beli tiga hari sebelumnya.

Namun pihak toko malah menolaknya. Merasa dihina, Zainal kemudian membeli sebuah tas berharga 7.159 dolar AS atau setara Rp101.142.352 secara cash. Ia kemudian meminta gunting dan memotong tas seharga Rp 100 juta itu di depan karyawan butik sebagai balasan atas penghinaan yang mereka terima.

"Saya minta maaf tapi saya tidak bisa menerima itu ketika teman saya dan ras kita dihina di tanah air kita sendiri," kata Zainal dikutip dari The Star Online. Karyawan butik hanya bisa melongo melihat kelakuan Zainal, mereka malu karena menilai orang hanya dari penampilannya saja. Diketahui tas yang digunting oleh Zainal adal tas limited edition Louis Vuitton x Takashi Murakami.

Ismail yang memvideokan kejadian ini lantas mengunggahnya di media sosial yang lantas viral. Kejadian serupa pernah terjadi di sebuag gerai ponsel di Filipina. Kisahnya viral usai dibagikan oleh pemilik akunFacebookPinky Baylosis pada 12 Februari 2018.

Kejadian ini berawal saat Pinky melihat ada seorang pria masuk ke komplek toko ponsel. Pria tersebut disebut punya penampilan yang terlihat dekil dan rambutnya terlihat acak acakan. Pria tersebut juga mengenakan pakaian yang lusuh.

Pria yang tak diketahui namanya ini coba mendatangi sebuah toko ponsel. Tapi saat bertanya ponsel apa saja yang dijual, ia malah diabaikan oleh para karyawan di sana. Tak mau menyerah, Pinky menceritakan bahwa pria tersebut coba mendatangi toko lain yang ternyata adalah toko tempat Pinky bekerja.

Pria tersebut mendatangi toko ponsel OPPO dan dilayani oleh Pinky sendiri. Perempuan asal Iligan,Filipina, ini mengabaikan penampilan si pria dan bau badannya yang kurang sedap. Ia pun menawarkan satu tipe ponsel, OPPO A47, seharaga 6990 peso atau sekitar Rp1,9 juta.

Pelanggan tersebut mengatakan pada Pinky bahwa dirinya telah mendatangi toko toko lainnya. Tapi, mereka malah tak menunjukkan ponsel tersebut pada dirinya. Ia berpikir bahwa para keryawan tersebut menganggapnya tak punya uang untuk membeli.

Pria tersebut bahkan juga menduga bahwa para pegawai tersebut mungkin mengira dia akan mencuri jika ditunjukkan satu ponsel. Meskipun begitu, pria ini masih memasang senyum saat menghadapi kejadian tersebut. Ia juga mengaku senang karena Pinky mau melayaninya.

Menurut Pinky, pria tersebut sempat meminta maaf karena ia hanya punya pecahan uang 100 dan 50 peso. Ia mengaku uang tersebut ia tabung dari penghasilannya. Tak disangka, ternyata total uang yang ia miliki cukup membeli ponsel tersebut.

Setelah membantu memilihkan ponsel, Pinky pun berfoto bersama dengan pria tersebut. Unggahan yang dibagikan Pinky ini jadi viral dan sudah dibagikan hingga 12 ribu kali. Banyak netizen memuji aksi Pinky yang tak mendiskriminasi pelanggan karena penampilannya.

Hansun Ilona Pagaragan: "Pelayanan pelanggan yang bagus." Nadia Enicuela: "Cantik luar dalam. Tuhan memberkati!" Analisa Laxa Pagayon: "Jangan menilai buku dari sampulnya. Kerja bagus."

Di akhir unggahan, Pinky mengatakan bahwa kerja keras selalu membuahkan hasil. Semoga apa yang dilakukan Pinky bisa jadi inspirasi bagi kita semua, ya.

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close