Pendidikan

Selamat Hari Pramuka 14 Agustus 2019, Kata Kata Mutiara Untuk Siaga, Penggalang, Penegak Dan Pandega

Selamat Hari Pramuka, hari ini Rabu 14 Agustus 2019. IniKumpulan Kata kata Mutiara buat Pramuga Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuga Pandega. Selamat Hari Pramuka 14 Agustus 2019. Untuk menghangatkan jiwa dan semangat kepanduanmu, kirimkan kata kata mutiara terindah berikut ini lewat WhatsApp atau cara lain di media sosial buat sesama kawan Pramuka, entah itu dari kalangan siaga, penggalang, penegak hingga Pandega.

Tapi sebelum mengirim kata kata mutiara, simak dulu sejarah Hari Pramuka . Asal tahu saja, Gerakan Pramuka Indonesiaadalah namaorganisasipendidikan nonformal yang menyelenggarakanpendidikankepanduanyang dilaksanakan diIndonesia. Kata "Pramuka" merupakan singkatan dari Praja Muda Karana , yang memiliki arti Jiwa Muda yang Suka Berkarya.

Kelompok anggota yang lain yaituPembina Pramuka,Andalan Pramuka,Korps Pelatih Pramuka,Pamong Saka Pramuka,Staf KwartirdanMajelis Pembimbing. Kepramukaanadalah proses pendidikan di luar lingkungansekolahdan di luar lingkungankeluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka denganPrinsip Dasar KepramukaandanMetode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat, dan bangsaIndonesia. Nah itu, sekilas tentang apa itu Pramuka.

Peringatan Hari Pramuka dilaksanakan setiap tanggal 14 Agustus. Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang dibentuk pada tahun 1961. Berikut kumpulan fakta dibalik peringatan Hari Pramuka, yang dilaksanakan setiap tanggal 14 Agustus.

Berawal tahun 1961, Presiden Soekarno memerintahkan penggabungan semua organisasi kepanduan dalam satu wadah. Rencana tersebut untuk menyatukan berbagai organisasi gerakan pemuda yang ada di Indonesia. Untuk mewujudkan ini, dibentuklah panitia yang terdiri dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Dr. Prijono, Achmadi, Moeljadi Djojomartono, dan Dr. Azis Saleh.

Dari kepanitiaan tersebut, terbit Keppres Nomor 109 Tahun 1961 tertanggal 31 Maret 1961. Pembuatan Keppres Nomor 109 Tahun 1961 tertanggal 31 Maret 1961menimbulkan kontroversi karena tidak melibatkan Hamengku Buwono IX, Azis Saleh, dan Moeljadi Djojomartono. Ada dugaan, pembuatan Keppres Nomor 109 Tahun 1961 juga bermuatan ideologi komunis karena peran Prijono dan Achmadi yang saat itu dituding beraliran komunis.

Dr. Azis Saleh yang mengetahui hal tersebut bergegas menemui Soekarno dan menjelaskan permasalahan Keppres yang ternyata sudah ditandatangani Soekarno. Soekarno yang mendengar hal tersebut, segera memerintahkan untuk tidak menerbitkan Keppres tersebut dan menggantinya dengan Keppres No 238 tahun 1961. Penandatanganan Keppres No 238 tahun 1961 juga menimbulkan permasalahan. Penyusunan konsep Keppres No 238 tahun 1961 dikerjakan di kediaman Dr Azis Saleh di Jalan Borobudur 18, Jakarta.

Ketika Keppres No 238 tahun 1961 telah disusun, aturan ini tidak bisa segera ditandatangani Soekarno karena tengah berada di luar negeri. Akhirnya, Keppres dibawa kepada Perdana Menteri Ir H Djuanda. Djuanda merupakan perdana menteri ke 10 sekaligus terakhir di sistem pemerintahan parlementer tahun 1957 1959 sekaligus pencetus Deklarasi Djuanda.

Djuanda awalnya belum bersedia menandatangani Keppres No 238 tahun 1961 karena belum mengetahui maksud dari penandatanganan undang undang tersebut. Setelah mendapatkan penjelasan dari Dr Azis Saleh, Djuanda mencoba menelepon Soekarno untuk mengonfirmasi hal tersebut. Setelah mendapatkan izin dari Soekarno, akhirnya Djuanda bersedia menandatangani Keppres tersebut.

Dikutip dari pramukaria.id, pada tanggal 14 Agustus 1961, dilakukan Pelantikan Mapinas (Majlis Pimpinan Nasional), Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, dilanjutkan penganugerahan Panji panji Kepramukaan dan defile Pramuka untuk memperkenalkan Pramuka kepada masyarakat yang diikuti oleh sekitar 10.000 Pramuka. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai Hari Pramuka yang diperingati hingga sekarang. Mapinas saat itu diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno (Presiden RI) dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh.

Sementara Kwarnas, diketuai oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari. Pemilihan warna cokelat dalam seragam pramuka ini memiliki tujuan khusus. Seperti yang diketahui, pada film film yang bertajuk kepahlawanan pemerannya biasa menggunakan baju berwarna cokelat.

Sehinnga salah satu tujuan penggunaan seragam pramuka berwarna coklat yaitu bertujuan agar para anggota pramuka tidak melupakan jasa jasa para pahlawan yang terlah berjuang untuk negara. Selain itu warna cokelat pada seragam pramuka juga dapat melambangkan warna tanah air Indonesia. Cokelat muda pada baju menggambarkan air yang mengalir, sedangkan warna cokelat tua pada rok atau celana menggambarkan warna tanah di negara kita.

Tujuan lain pemilihan warna cokelat yaitu warna warna cokelat dianggap tidak mudah kelihatan kotor saat kita sedang bertualang, seperti yang sering dilakukan para anggota Pramuka. Lambang Gerakan Pramuka tunas kelapa mengandung arti kiasan sebagai berikut:

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close