Bisnis

Semester I, Penyaluran Kredit Bank DKI Tumbuh 5,9 Persen

PT Bank DKI berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2019. Bank ini membukukan penyaluran kredit dan pembiayaan Rp 29,5 triliun atau tumbuh 5,9 persen dibanding periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp 27,9 triliun. Direktur Utama Bank DKI, Sigit Prastowo mengatakan, pertumbuhan kredit Bank DKI didorong oleh kredit pada segmen UMKM yang tumbuh 18 persen menjadi Rp 1,3 triliun dari Rp 1,1 triliun pada semester I tahun lalu.

"Pertumbuhan Kredit Segmen UMKM tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit mikro yang mencatatkan pertumbuhan 33,3 persen secara tahunan menjadi Rp 843 miliar,” ujar Sigit dalam siaran pers, Selasa (30/7). Pertumbuhan itu sejalan dengan strategi Bank DKI untuk fokus menyalurkan kredit kepada UMKM. Berbagai program percepatan penyaluran kredit UMKM khususnya kredit mikro telah dan akan terus dilakukan hingga saat ini. Pada 25 Juli 2019 lalu, Bank DKI telah menandatangani perjanjian kredit mikro secara massal kepada total 250 peserta program Pengembangan Ke wirausahaan Terpadu atau PKT, yang diwakili oleh 40 wirausahawan dalam acara Business Matching bersama Pemprov DKI Jakarta dan Otoritas Jasa Keuangan.

Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), dana tabungan yang dihimpun Bank DKI menunjukkan pertumbuhan sebesar 15,9 persen dari Rp 8,1 triliun menjadi Rp 9,4 triliun pada akhir Juni 2019. Alhasil rasio dana murah (CASA) meningkat menjadi 54,5 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 50,9 persen. Pencapaian kinerja bisnis tersebut mengangkat pencapaian laba bersih Bank DKI 4,4 persen yoy menjadi Rp 372,1 miliar per Juni 2019 dari Rp 356,4 miliar pada semester I 2018.

Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 8,9 persen. Rasio keuangan lainnya juga mengalami peningkatan. Return on equity (ROE) ada di level 9,6 persen, net interest margin (NIM) sebesar 5,6 persen, dan return on asset (ROA) 2,2 persen.

Beban operasional dibanding pendapatan operasional (BOPO) Bank DKI masih tetap terjaga di angka 77,1 persen. "Pertumbuhan penyaluran kredit juga dibarengi dengan perbaikan kualitas kredit yang ditandakan dengan rasio NPL gross yang tercatat 3,8 persen per Juni 2018 menurun menjadi 3,3 persen per Juni 2019," tandas Sigit. Berita Ini Sudah Tayang di KONTAN, dengan judul:

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close