Metropolitan

Seorang Muncikari Ditangkap Saat Sedang Transaksi Di Salah Satu Apartemen Kawasan Depok

Unit Reskrim Polsek Beji menangkap pelaku yang diduga melakukan tindak pidana Perdagangan Orang. Pelaku yakni M Reza (20) diamankan di , Tower J, Kemiri Muka, Beji, Depok, Sabtu (19/10/2019) pukul 01.00. Dari laporan tersebut, pelapor bersama tim melakukan penyelidikan..

"Pada pukul 01.00 wib pelaku atas nama M Reza dapat diamankan berikut BB (barang bukti) serta korbannya, H (22), selanjutnya dibawa ke Polsek Beji guna pengusutan lebih lanjut," kata Azis saat dihubungi wartawan, Senin (21/10/2019). Barang bukti yang turut diamankan yakni uang tunai Rp 600.000, satu HP Oppo A5s, dan satu HP Realme. Sebelumnya Wartakotalive melaporkan maraknya praktik yang memanfaatkan apartemen.

Waktu itu personil dari Polsek Pancoran Jakarta Selatan mengamankan sejumlah gadis pelaku online yang kerap beroperasi di Apartemen Kalibata City. Pengungkapan pada Rabu malam ini bermula saat polisi hendak menangkap seorang broker lantaran diduga tak menyetorkan uang sewa ke pemilik unit apartemen. Saat disergap di salah satu kamar di Tower Gaharu, broker bernama Ardi (22) sedang berkumpul bersama delapan gadis seksi serta lima remaja pria.

Sebagian gadis itu masih di bawah umur. Kanit Reskrim Polsek Pancoran Iptu Wahidin menerangkan, pengungkapan ini diawali laporan seorang pemilik unit apartemen terkait kelakuan Ardi yang diduga tak menyetorkan uang sewa apartemen miliknya. "Korban merasa dirugikan oleh broker senilai total Rp 6 juta karena broker itu tidak menyetor uang sewa bulanan apartemen.

"Lalu kami tangkap berada di tower Gaharu bersama sejumlah perempuan lalu kami amankan semuanya," kata Iptu Wahidin, Kamis (13/6). Polisi pun mengintrograsi remaja pria dan gadis yang sedang berkumpul itu. Dan dugaan polisi benar, para gadis itu adalah penyewa unit apartemen dan menjalankan praktik online melalui aplikasi pencarian pertemanan.

Ardi dan 13 orang lainnya kemudian digiring ke Mapolsek Pancoran. Ardi dikenakan Pasal 378 dan 372 KUHP. Sedangkan para pelaku online, dilakukan pendataan.

Iptu Wahidin menerangkan, dari hasil pemeriksaan sementara, delapan perempuan ini PSK dengan modus aplikasi Wechat. "Mereka hanya menyalurkan pribadi tanpa ada maminya atau mucikari," tutur Iptu Wahidin. "Rata rata usianya 16 tahun. Mereka berasal dari Bogor, Jawa Barat dan Pamulang, Tangerang Selatan.

"Kami masih melakukan penyelidikan dan kami teliti apakah bisa diproses," tandasnya. Selain diApartemen Kalibata City, praktek prostitusi juga berlangsung di Apartemen Serpong Greenview (SGV), Serpong, Tangerang Selatan. Jajaran kepolisian sektor Serpong pada Selasa (28/5/2019) berhasil mengamankan 19 wanita yang diduga terlibat dalam praktek di apartemen di kawasan Serpong itu.

Kapolsek Serpong Kompol Stephanus Luckyto mengatakan, para remaja itu kini tengah diperiksa oleh petugas untuk dimintai keterangan lebih lanjut. "Saat ini masih kita periksa," kata Luckyto kepadaWarta Kota. Belasan wanita itu ditemukan sedang berada di dalam apartemen bersama pria yang diduga sudah melakukan kesepakatan bertemu di apartemen.

"Nanti akan kita putuskan setelah proses pemeriksaan selesai, di mana salah satu opsinya adalah pembinaan," terang Luckyto. Dalam razia yang dilakukan siang tadi, petugas tidak menemukan mucikari atau pria hidung belang yang menjadi perantaranya. Pemuda dan pemudi yang ditemukan di apartemen SGV rata rata berumur 20 30 tahun.

Razia di apartemen SGV itu termasuk dalam rangkaian Cipta Kondisi Operasi Ketupat Jaya 2019 menjelang hari raya Idul Fitri 1440 H.

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close