Seleb

Ussy Sulistiawaty Tak Kuasa Menahan Tangis Marshanda Blak-Blakan soal Perasaannya tentang sang Anak

Selebriti Marshanda buka suara soal sang anakSienna Ameerah Kasyafani yang hak asuhnya tidak jatuh ke tangannya. Seperti diketahui setelah Marhsanda bercerai dengan Ben Kasyafani pada 2014, hak asuh Sienna tidak jatuh ke tangannya, namun ke pihak mantan suaminya itu. Lantaran hal itu, Marshanda mengaku perannya sebagai ibu untuk Seinna hilang lantaran tidak bisa mengurus sang buah hati selama ini.

"Ok Cha (Marshanda) judulnya kan lo ibu kan, tapi peran ibu hilang dari hidup lo," sebut Marshanda. "Chaca itu ibu yang anaknya tidak seatap dengan dia, pagi pagi dia enggak pernah antar ke sekolah." Ia menambahkan bahwa perannya sebagai ibu juga hilang saat tiba tiba melihat anaknya yang kini sudah bertumbuh besar.

"Malam malam enggak pernah menidurkan, enggak pernah memandikan anaknya, tahu tahu anaknya, bertumbuh dengan sendirinya tanpa ada aku disitu," ungkap wanita berusia 30 tahun itu. Marshanda bahkan mengatakan bahwa ia menangis saat membicarakan hal itu dengan sahabatnya. "Terus lo ngerasa pantas berkarya, lo ngerasa pantas jalan keluar rumah, aku baru ngomongin ini sih tadi pagi sama sahabat crying (nangis)," jelasnya.

Marshanda menngungkapkan alasannya menangis adalah karena masih ingin merasakan peran menjadi seorang ibu secara utuh. "Karena aku masih ada sedikit rasa itu jujur, lo bilang lo ibu tapi anak lo hak asuhnya enggak di lo," ujar Marshanda. "Terus lo punya sakit jiwa lagi yang secara hukum diakui itu yang paling membuat lo gagal mendapat hak asuh."

"And then lo mau syuting, lo mau happy lo pikir lo pantes, nah selama empat sampai lima tahun, itu mengendap begitu dalam diri aku." Mendengar cerita Marshanda itu, Ussy Sulistiawaty tampak tak kuasa menahan air matanya. Melihat istri Andika Pratama menangis, Marshanda terlihat terkejut.

"Jangan nangis, aku mau nangis woy," ucap Marshanda sambil menarik tangan Ussy Sulistiawaty. Bahkan Marshanda juga mencium tangan Ussy Sulistiawaty berharap tangisan Ussy berhenti. "Malah aku yang mewek jadinya," sebut Ussy Sulistiawaty sambil menghapus air matanya dengan tangan.

Marshanda mengatakan rasa tidak pantas untuk menjalani syuting dan merasa senang lantaran telah kehilangan hak asuh masih ada. Namun rasa tidak pantas itu kini sudah tidak sekuat dulu, ia sudah bisa menerima hal itu dengan baik. Artis Marshanda rupanya menyimpan ketakutannya akan sang anak, Sienna Ameerah Kasyafani.

Marshanda mengaku dirinya sudah tak mau lagi berharap untuk dirinya bisa memiliki kesempatan dan tinggal bersama dengan Sienna Kasyafani. Diketahui setelah resmi bercerai dari Ben Kasyafani, hak asuh atas Sienna jatuh ke tangan sang ayah, sehingga Marshanda pun tak setiap saat bisa bertemu dengan putrinya itu. Presenter Andhika Pratama awalnya bertanya kepada Marshanda terkait harapannya akan putri semata wayangnya itu di masa yang akan datang.

Namun secara mengejutkan, Marshanda justru mengaku jika dirinya sudah tak lagi memiliki harapan untuk tinggal bersama dengan Sienna. "By the way, ya mungkin kita bicara hari ini, Sienna masih enam tahun," kata Andhika. "Lo pernah membayangkan enggak, lo punya ketakutan ketika nanti dia besar, dan kualitas waktu kalian enggak banyak."

"Ada kekhawatiran tersendiri enggak sama nanti di masa dia dewasa?," tanyanya. "Kan aku cerai 2014," jawab Marshanda. "Dari putus cerai, putus apa namanya tuh?."

"Putusan sidang sampai sekarang, aku enggak pernah berharap dan sudah tidak pernah menginginkan dengan sangat amat Sienna akan kembali hidup dengan aku," ungkapnya. Jawaban Marshanda itu lantas membuat Ussy Sulistiawaty kaget. Pasalnya selaku seorang ibu, Ussy juga mengerti betapa tergantungnya seorang ibu kepada anaknya.

Akan tetapi, Marshanda justru mengaku tak ingin hidup bersama dengan putrinya. "Kenapa?," heran Ussy. "Oh maksudnya lo enggak mau naruh ekspektasi gitu?," tanya Andhika menebak.

"Atau enggak mau menaruh harap karena takut kecewa." Marshanda lantas mengakui bahwa sebenarnya dirinya ingin Sienna untuk kembali ke pelukannya. "Karena even doa sama Allah aja tuh aku berani, tapi kecil kecil volume nya, itu pun dalam hati yang terdalam," ucap Marshanda.

"Jadi Allah pun mungkin bisa dengar, tapi juga suaranya kecil saja deh." "Tapi kan Allah Maha Mendengar," potong Andhika. Mendengar ucapan Andhika itu, Marshanda pun langsung kembali berpikir.

"Karena aku takut. Ya emang Allah Maha Mendengar sih, nah itu dia tuh sayangnya tuh," sebut Marshanda. "Aduh, gimana dong, ketahuan dong sama Allah kalau aku pengin anakku balik." "Ya pasti ketahuan dong," jawab Andhika.

Ternyata Marshanda bukannya tak ingin tinggal kembali dengan sang anak. Ia hanya takut jika nantinya mengecewakan atau justru dikecewakan karena tinggal bersama putri semata wayangnya itu. "Lo cuma enggak mau kecewa doang ka, Ca?," tuding Andhika.

"Betul," tegas Marshanda. "Ya karena aku sakitlah, aku setiap hari wishing she's with me sampai mimpi mimpi." Bahkan Marshanda pun pernah sampai memimpikan putrinya itu.

"Tahu enggak aku pernah mimpi apa?," ucap Marshanda. "Aku sempat pas masa perceraian itu chaos kan, Alhamdulillah kan sekarang kita sudah mature ya, sama sama men suppport." "Tapi pernah ada masa ketika masih semuanya berantakan, aku banyak membuat kesalahan, Ben banyak tidak paham, dan banyak campur tangan kanan kiri," ujarnya.

Marshanda menyayangkan pada saat itu dirinya harus melewatkan perkembangan buah hatinya itu. "Dan di saat itu aku tidak ketemu Sienna tiga bulan," lanjut Marshanda. "Terus aku mimpi, dan itu adalah umurnya Sienna lagi satu tahun delapan bulan."

"Ingat enggak anaknya Ussy pas baru satu tahun delapan bulan kan baru bisa ngomong, yang kita enggak ketemu seminggu saja, dia sudah nambah kosakata tuh bisa sepuluh kata," sambungnya. "Nah itu tiga bulan aku enggak ketemu sama sekali." Mimpi itulah yang kemudian semakin menguatkan rasa takut Marshanda untuk kembali tinggal bersama dengan anaknya.

"Dan aku mimpi aku gendong Sienna, aku tahu di dalam mimpi itu Sienna," ungkap Marshanda. "Terus aku kayak gendong gendong gini 'Hahaha' (memperagakan seolah sedang menggendong bayinya)." "Terus aku lihat mukanya, mukanya blur enggak ada mukanya, mukanya tuh blur kayak gambar diburamin," katanya.

"Itu mewakilkan, bisa menggambarkan kan."

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close