Internasional

Viral di Facebook, Ibu Cium Bayinya Pertama Kali setelah Koma 5 Bulan, Simak Kisah Haru di Baliknya

Sebuah momen mengharukan seorang ibu asal Malaysia, bernama Norfaidilla Che Par (28), bertemu pertama kalinya dengan sang buah hati setelah koma selama 5 bulan. Momen haru itu dibagikan oleh adiknya, melalui akun Facebook Hasirah Nujiey , Selasa (2/4/2019). Dalam sejumlah foto yang diunggah itu memperlihatkan Nor yang mengenakan jilbab abu abu menangis dengan sang anak di pangkuannya.

Anak laki laki yang terlihat tengah tertidur sementara, tampak diciumi dan dipeluk oleh Nor. Sedang Nur berbaring di tempat tidur dengan selang yang masih dipasang di hidungnya. Dalam keterangan foto, dituliskan bahwa Nor begitu gembira dapat menyentuh buah hatinya setelah berbulan bulan tak sadarkan diri.

Karena kondisi Nor yang bangun dari koma,iatak bisa mengangkat sang buah hati yang bernama Muhamad Syahmi Mohd Saiful itu. "SENTUHAN PERTAMA…. Pertemuan antara ibu dan anak…. pilu campur gembira.. xterkata… Air mata laju je keluar.. Moklaa angkt tgn utk ambik ank nya.. tp apakan daya.. die xmampu.. separuh sja terangkat.. xsampai.. Allahhhuuuuu…

Moklaaa.. kuatlah demi ank mu… Sentuhan pertama.. pipi ke pipi… Moklaa menangis sekuat hati.. Syahmi turut meratapi… Moklaaa.. kuatlah demi ank mu… Sentuhan pertama.. pipi ke pipi… Moklaa menangis sekuat hati.. Syahmi turut meratapi…" tulis akun Hasirah Nujiey. Dikutip dari hmetro.com, Rabu (3/4/2019), disebutkan bahwa Nor yang tengah hamil terkena sakit kompilasi dan harus dilakukan pembedahan untuk mengeluarkan bayinya pada 18 November 2018.

Saat itu Nor dirawat di Rumah Sakit Raja Perempuan Zainab II (HRPZ II) di Unit Perawatan Intensif (ICU) rumah sakit. Disebutkan oleh Hasirah, adiknya, Nor terlambat melahirkan enam hari dan dokter memutuskan untuk melakukan operasi caesar. "Sebelum masuk ruang operasi keadaannya masih sadar dan stabil. Namun, saat proses melahirkan tiba tiba jantung berhenti. Tetapi, dia sadar kembali 10 menit setelah melahirkan. Hal itu dikarenakan oksigen di kepala dia kurang hingga dia koma sampai sekarang," kata Nur Hasirah.

Sejak itu Nor koma, hingga pada Januari mengalami perkembangan kesadaran. Suami Nor, Mohd Saiful menyebut ada operasi kembali yang harus dilakukan untuk Nor, dua bulan setelah koma. "Dua bulan setelah koma, dokter harus melakukan operasi untuk memasukkan tabung di leher rahim untuk bernafas dan setelah hampir dua minggu istri mulai merespons."

"Ketika namanya dipanggil, dia bisa memalingkan wajahnya dan dokter tahu bahwa istrinya sadar akan koma, tetapi masih perlu dicermati," katanya. Ia mengatakan sesaat istrinya sadar, berulang kali Saiful meminta kepada dokter untuk mempertemukan anak dan istrinya, namun dokter tak menyanggupi. Hal itu karena kondisi sang istri.

Setelah kondisi sang istri pulih hingga 80 persen, akhirnya Nor bisa dipertemukan dengan anaknya. "Rapat diadakan di bangsal untuk mencegah bayi kami terinfeksi di bangsal. Saya dan anggota keluarga lainnya juga melihat istri menangis ketika anak itu diletakkan di pangkuannya untuk pertama kalinya." Karena sebelumnya, Nor hanya bisa ditunjukkan foto sang anak.

"Selama dua jam, istri yang menangis tidak berhenti karena saya hanya bisa menunjukkan fotonya." "Kemarin adalah pertama kalinya seorang istri bisa menyentuh seorang anak setelah 138 hari dirawat di rumah sakit," katanya ketika ditemui di HRPZ II, Rabu (3/4/2019). Sementara kisahnya menyebar, Saiful juga menuturkan mendapatkan banyak bantuan dari berbagai pihak.

"Saya juga menerima bantuan dari Departemen Kesejahteraan dan Departemen Agama Islam dan Bea Cukai Melayu Kelantan yang dapat membantu meringankan beban keluarga kami setelah saya pergi tanpa dibayar untuk merawat istri saya." "Terima kasih kepada semua orang yang tidak tergoyahkan demi kesehatan istri, hanya Tuhan yang dapat membalasnya," katanya.

Tags
Show More

Ririna Nafiza M

Jika kamu tak membayangkannya, tak ada sesuatu pun yang akan terwujud. Orang-orang biasanya melihat apa yang mereka cari, dan mendengar apa yang mereka ingin dengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close